HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

BOM TABUNG GAS
Agung Laksono: Tidak Ada Ledakan Kalau Masyarakat Patuh dan Disiplin

Kamis, 22 Juli 2010, 18:43:16 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Pemerintah merilis penyebab utama ledakan gas elpiji 3 kilogram versi mereka.

Dari hasil investigasi Tim Pengamanan Penggunaan Elpiji 3 kilogram yang dipaparkan saat rapat dengar pendapat umum dengan Komisi VII DPR RI, ledakan gas bukan berasal dari kebocoran tabung.

Koordinator tim, Agus Laksono, mengatakan, penyebab kecelakaan tabung pada umumnya berasal dari perangkat tabung seperti selang, katup, regulator, rubber seal, kompor dan zat pembau yang menyengat.

Ia menambahkan, penyebab lain adalah kurangnya wawasan dan pengetahuan masyarakat, adanya praktek ilegal serta kondisi lingkungan yang tidak aman.

"Sampai sekarang belum ada insiden kecelakaan dari tabung gas," kata Menko Kesra di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/7).

Masih menurut Agung, insiden ledakan terbanyak terjadi di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta karena dua wilayah ini merupakan wilayah pertama konversi diterapkan. Sampai 2010, sudah ada 44 juta gas elpiji 3 kilogram yang tersebar, dari target 52 juta. 

"Saya yakin kalau masyarakat patuh dan disiplin pada penggunaan apa yang menjadi kewajiban, keharusan seperti penempatan dalam dapur yang berventilasi, ledakan tidak akan terjadi," tegasnya.

Agung meminta masyarakat tak lagi menggunakan perangkat tabung palsu. Untuk warga yang masih menggunakan aksesoris palsu dipersilakan melakukan pembelian aksesoris yang asli dengan harga pemerintah.

Saat ini, lanjutnya, penarikan terhadap perangkat palsu seperti selang dan regulator sedang dilakukan oleh Departemen Perdagangan, kepolisian dan Pertamina.

"Dilakukan bertahap dan dimulai dari Jabotabek," pungkas politisi Golkar itu.

Kabareskrim Komjen Ito Sumardi yang juga bagian dari anggota tim, memaparkan, dari tahun 2009 terjadi peningkatan kasus ledakan tabung gas 3 kilogram dari 40 kasus menjadi 55 kasus. 81 korban luka-luka dan enam orang meninggal dunia. Dan memang ada satu kasus yang saat ini tengah ditangani pihaknya terkait pemindahan isi tabung dari 3 kilogram ke tabung 12 kilogram.[ald]



Baca juga: