HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

Pertamina, Inilah Cara Untuk Kejar Petronas
Kamis, 15 Juli 2010, 19:41:01 WIB

Laporan: Ade Mulyana

Jakarta, RMOL. Ahli perminyakan, Kurtubi, menilai salah satu biang kerok keterpurukan ekonomi adalah UU 8/2001 tentang Minyak dan Gas (Migas).

"Pertamina dibentuk berdasarkan UU 8/1971, namun kemudian berubah menjadi PT (Perusahaan Terbatas) Pertamina Sesuai UU 8/2001," lanjutnya.
 
Karena ketika berubah menjadi perusahaan terbatas, maka Pertamina tidak lagi fokus untuk kemaslahatan rakyat seperti yang di atur dalam Pasal 33 UUD 1945.

Secara politis, masih menurut Kurtubi, mantan presiden Megawati dan menteri teknisnya harus bertanggung jawab.

"Tapi sudahlah, ia (Mega) kan sudah kena hukum. Tidak terpilih lagi menjadi presiden. Tapi alangkah bijak, jika menteri teknisnya minta maaf ke pada bangsa Indonesia," lanjut Kurtubi.

Salah satu menteri yang dianggap bertanggung jawab adalah Laksmana Sukardi, yang ketika itu menjabat Meneg BUMN.

Masih menurut Kurtubi, kedaulatan negara sudah terjual. Bayangkan, Pertamina itu sekarang cuma seperlima besarnya dari Petronas. Padahal dulu orang Malaysia belajar mengelola migas dari Indonesia.

"Untuk mengejar ketertinggalan dari Petronas, yang penting sekarang segera cabut UU 22/2001. Selain itu, segera likuidasi BP Migas. Bubarkan BP Migas," pungkas Kurtubi.
[arp]



Baca juga: