HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

Elit Politik Bergerombol Masuk Demokrat, Rakyat Jelata Kemana?
Rabu, 14 Juli 2010, 18:26:37 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Gelagat Partai Demokrat untuk menumpuk kekuasaan di punggungnya kian terbaca setelah sejumlah kepala daerah masuk ke dalam kepengurusan partai penguasa itu.

Baru-baru ini, dua kepala daerah yang biasa jadi lumbung suara di Pemilu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur DKI Fauzi Bowo masuk ke dalam susunan Dewan Pembina Partai Demokrat yang diketuai oleh Presiden SBY. Selain merupakan pilihan politik yang harus dihargai, kekuatiran akan semakin kerdilnya etika politisi menjadi ancaman utama.

"Memang di dalam politik di Indonesia, orang terlalu mudah berbondong-bondong membanjiri partai kekuasaan. Sebagaimana Golkar dulu di zaman Orba, sekarang Demokrat yang lagi papan atas. Orang-orang berbondong ke Demokrat," ujar anggota DPD dari DKI Jakarta, AM Fatwa, kepada Rakyat Merdeka Online, di gedung DPD, Jakarta, sesaat lalu (14/7).

Yang lebih disayangkan salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini, yang berbondong itu nampaknya hanya kalangan elit saja yang punya kedekatan atau ingin lebih dekat dengan kekuasaan, bukan rakyat jelata.

AM Fatwa juga mencermati, banyak politisi ataupun penyelenggara negara yang tidak berkarakter. Ia tidak tumbuh dan berkembang sebagai politisi alami dan berkarakter.

"Salah satu ciri penyelenggara negara yang berkarakter tidak suka pindah-pindah partai," jelasnya.[ald]



Baca juga: