NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

MENSA INDONESIA
Setelah Bertahun-tahun dalam Keadaan Koma

Rabu, 14 Juli 2010, 12:13:03 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Mensa Indonesia berusaha bangkit dari “koma bertahun-tahun”.

Siang ini di JWC Center Universitas Bina Nusantara (Binus), Jalan Hang Lekir, kawasan Senayan, organisasi ini menggelar tes masuk anggota baru.

Mensa Indonesia adalah bagian dari Mensa Internasional sebuah organsisasi yang didirikan oleh Rolan Berrill dan Dr. Lance Ware di Inggris tahun 1946. Keduanya adalah seorang ilmuwan yang memiliki IQ tinggi. Organisasi ini berusaha mengumpulkan orang-orang dengan IQ tinggi dari seluruh penjuru dunia. Saat ini organisasi itu memiliki 110 ribu anggota dan aktif di 46 negara.

Yang dimaksud dengan orang-orang tercerdas di sebuah negara, menurut Mensa Internasional, ialah bila IQ yang dimilikinya berada di kelompok dua persen tertinggi dari seluruh populasi.

Di dalam website resmi Mensa Internasional disebutkan bahwa tujuan organisasi itu adalah untuk mengumpulkan orang-orang tercerdas dari seluruh dunia dalam sebuah organisasi non-politis dan tidak berafiliasi pada satu agama apapun dan tidak memandang latar belakang ras.

Menurut salah seorang aktivis Mensa Indonesia, Killi Pringgodigdo, Mensa Indonesia sempat mati suri karena anggotanya belum banyak bertambah. Sejak tes pertama kali di tahun 1986 anggota Mensa Indonesia hanya tercatat 300 orang.

“Itupun tidak banyak yang aktif. Antara 1986 hingga 1999 Mensa Indonesia sempat mengadakan 6 kali tes massal. Tapi setelah itu anggota-anggota penggeraknya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mensa Indonesia membutuhkan banyak anggota baru agar bisa hidup kembali,” tulis Killi dalam pesan yang disebarkannya di jejaring dunia maya. [guh]



Baca juga:


    Tidak ada komentar tentang berita ini.

    Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

     
     


    Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
    Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat