HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

KISRUH MUKTAMAR PEMUDA MUHAMMADIYAH
Muktamar Pemuda Muhammadiyah Deadlock, 12 PWPM Nekat Mengangkat Saleh Daulay

Minggu, 23 Mei 2010, 15:05:07 WIB

Laporan: Ari Purwanto

Jakarta, RMOL. Sehubungan dengan adanya kesengajaan untuk menggagalkan proses pemilihan ketua umum dan anggota formatur pada Muktamar ke-14 Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung dari tanggal 18-23 Mei 2010, kaukus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia pendukung Tanwir III di Ciloto menyayangkan dan menyesalkan adanya upaya-upaya menggagalkan keputusan Tanwir III Pemuda Muhammadiyah di Ciloto Jawa Barat yang dilakukan secara sengaja dan sistematis oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat dan Lampung.

Dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kaukus juga mensinyalir kesengajaan yang dilakukan dalam rangka menolak kehadiran Ketua Umum baru yang kebetulan bukan berasal dari wilayah mereka.

Selain itu, Kaukus juga mendeklarasikan dan menyatakan persetujuan kami mengangkat Saudara Saleh P. Daulay sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2010-2014.

Kaukus juga Mendesak Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah untuk segera menggelar Muktamar Lanjutan Pemuda Muhammadiyah yang harus  terlaksana sebelum Muktamar 1 Abad Muhammadiyah dilaksanakan di Jogjakarta.

Kejadian ini juga membuat kaukus meminta Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk segera memanggil pihak-pihak yg sengaja menggagalkan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-14 dan segera mempertanggungjawabkan hasil perbuatan mereka itu serta mengganti seluruh kerugian yang terjadi baik materil maupun sprituil kepada seluruh peserta muktamar yang hadir di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Kaukus juga menghimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk menjadikan peristiwa ini sebagai Ibrah dalam rangka melakukan evaluasi diri agar tidak lagi melakukan upaya-upaya penolakan terhadap kader di semua level kepemimpinan di Persyarikatan Muhammadiyah.

Kaukus tersebut ditandatangani sebanyak 12 PWPM se-Indonesia. [arp]



Baca juga: