|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Selamatkan Politik NU, Komite Islah PKB dan PKNU Dideklarasikan
Minggu, 16 Mei 2010, 22:48:49 WIB
Laporan: M Hendry GintingJakarta, RMOL. Sejumlah fungsionaris PKB, hasil Muktamar Luar Biasa (MLB) di Ancol dan Parung, serta fungsionaris PKNU mendeklarasikan Komite Islah di Jakarta, Minggu malam (16/5).
Fungsionaris PKB Ancol yang hadir antara lain Lukman Edy, Eman Hermawan, dan Ahmad Niam Salim. Sementara dari PKB Parung hadir Lalu Misbach Hidayat, Hermawi F Taslim, Ikhsan Abdullah, dan Masduki Baidowi. Sedangkan dari PKNU hadir Idham Cholied dan Fathoni.
Salah satu fungsionaris PKB Ancol Niam Salim mengatakan, Komite Islah dibentuk untuk lebih mengkongkritkan wacana islah di antara elemen PKB, termasuk yang telah mendirikan PKNU, yang selama ini sudah mengemuka.
"Dulu belum ada usaha konkrit seperti ini, masih verbal. Sekarang kita konkritkan. Jadi tidak hanya kata-kata saja" kata Niam yang juga salah satu salah ketua DPP PKB hasil MLB Ancol itu.
Sementara menurut Sekjen PKB Lukman Edy, Komite Islah memiliki tugas utama yakni menjalin komunikasi baik formal maupun informal dengan berbagai pihak terkait. Komite Islah, dia menambahkan, telah merumuskan sedikitnya lima opsi yang bisa ditempuh untuk merealisasikan islah tersebut.
"Nanti kita presentasikan opsi-opsi itu ke Pak Muhaimin Iskandar (ketua umum PKB Ancol), Cak Anam (Ketua Umum PKNU Choirul Anam), dan Bu Yenny Wahid (Sekjen PKB Parung)," katanya.
Sedangkan Sekjen PKNU Idham Cholied mengatakan, jika tujuan islah adalah menyelamatkan politik NU, maka sebaiknya pintu masuknya tidak hanya melalui PKB, namun bisa juga lewat PKNU. [dry]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|