NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Bagi SBY Demokrasi Bukan Obat Segala Penyakit
Senin, 12 April 2010, 11:55:29 WIB

Laporan: Dede Heryawan

Jakarta, RMOL. Saat berbicara pada forum World Movement for Democracy (WMD) yang digelar di Hotel Shangrila, Jakarta (Senin, 12/4), SBY memberikan pandangan singkatnya tentang perkembangan demokrasi Indonesia setelah reformasi bergulir.

SBY mengatakan, demokrasi di Indonesia sempat mengalami krisis di antara tahun 1998-2001, dimana pada kurun waktu itu Indonesia memiliki empat orang presiden. Namun, seiring dengan itu, Indonesia mampu bangkit cepat terbukti dari tiga kali penyelenggaraan Pemilu yang demokratis dan damai. Indonesia, lanjut SBY, juga dapat mengatasi konflik di Aceh dan melakukan reformasi politik serta mendorong desentralisasi otonomi.

Pengalaman demokrasi itu membuktikan bahwa pembangunan demokrasi Indonesia pernah alami kegagalan dan terpuruk. Itu berarti, demokrasi butuh disiplin dan kerja keras untuk membetuk pemerintahan yang baik.

Ditekankan Presiden, setiap sistem politik harus memperoleh prestasi yang baik dalam pembentukan good govenrnance. Jangan terlalu larut dalam euforia kebebasan karena demokrasi bukanlah obat yang dapat menyembuhkan segala penyakit.[ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat