HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Pemerintah Kesulitan Soal Penyaluran BBM Bersubsidi
Jumat, 19 Maret 2010, 20:03:46 WIB

Laporan: Ujang Sunda

Jakarta, RMOL. Wacana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk kalangan menengah ke atas tampaknya akan sulit direaliasi dalam waktu dekat. Pemerintah mengaku belum punya infrastrutur memadai untuk melakukan pengaturan penggunaan BBM bersubdisi ini.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, sampai saat ini pemerintah belum memutuskan apakah akan ada pembatasan atau tidak penggunaan BBM oleh orang kaya.

“Hal ini memang sangat masuk akal. Apalagi saat ini harga minyak dunia terus merangkak. Maka sebaiknya orang mampu tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi,” kata Hatta di kantornya, Jumat (19/3).

Tetapi, sambungnya, saat ini pembatasan ini hanya baru sekadar imbauan. Hatta menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan pengkajian baik dari segi distribusi maupun dari segi penyediaan infrastruktur.

Hingga kini, pemerintah juga belum punya data yang akurat terkait berapa orang kaya yang masih menikmati subsidi itu. Kondisi ini berbeda dengan subsidi listrik, yang bisa diukur dari penggunaan dayanya.

“Untuk listrik, diketahui sekitar 52 persen orang mampu masih menikmati subsidi. Tapi untuk BBM bersubsidi, kita belum bisa mengukur berapa banyak,” terang Hatta.

Nah, untuk mengumpulkan data dan membangun infrastruktur, diperlukan waktu yang cukup lama. Hatta memperkirakan, untuk kedua hal ini diperkirakan bakal memakan waktu antara 3-5 tahun.

“Nanti setelah datanya sudah akurat, dan sudah ada infrasturkturnya maka kita bisa lakukan penyaluran BBM bersubsidi hanya untuk masyarakat kecil,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengatakan, untuk menyiasati agar kenaikan harga minyak dunia tidak menyebabkan kenaikan pada BBM bersubsidi, pemerintah terus mematangkan konsep distribusi tertutup untuk BBM bersubsidi. Tujuannya, agar kendaraan pribadi dengan silinder mesin tertentu tidak lagi menggunakan BBM jenis premium yang disubsidi pemerintah.

“Mobil-mobil mewah mestinya menggunakan BBM dengan harga ke ekonomian. Saat ini kita sedang mematangkan konsep untuk mengarah ke sana,” kata Darwin.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo menjelaskan, sistem distribusi tertutup BBM bersubsidi akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2011 sampai 2014.

“Mulai 2011 akan diujicobakan secara bertahap, misalnya hanya diterapkan untuk mobil yang pakai pelat kuning (angkutan umum),” kata Evita.

Pada sistem ini, nantinya pemilik kendaraan yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi harus menunjukkan kartu khusus. Dari kartu ini akan diketahui jenis mobil, pelat nomor juga nama pemiliknya. Dengan kartu ini, saat mau mengisi BBM di SPBU, akan diketahui berapa banyak pemilik kendaraan tersebut sudah membeli BBM bersubsidi dan apakah masih berhak mengisi kembali. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang