|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
PIALA DUNIA 2010 Rubah Gurun Come Back
Kamis, 18 Maret 2010, 00:37:00 WIB
Jakarta, RMOL. Laga kedua di Grup C ini bisa dibilang pertandingan yang cukup menarik untuk diikuti. Pertemuan kedua tim yang sama-sama tak diunggulkan ini akan berlangsung cukup sengit. Ini juga laga yang akan mempertemukan mereka pertama kalinya.
Namun jangan harap akan melihat aksi dan skill individual tingkat tinggi para pemain, mengingat di kedua kubu tak berhuni pemain berkelas dunia. Di pertandingan ini akan lebih disuguhkan taktik permainan dan usaha kerja sama tim.
Kedua kubu bisa dibilang punya kekuatan yang hampir sama kuat. Di sinilah serunya, kedua tim pasti akan menunjukkan usaha terbaik untuk menentukan siapa yang lebih unggul. Jika salah satu dari kedua tim menang, maka tim tersebut setidaknya masih punya kesempatan untuk dapat lolos ke babak berikutnya.
Piala Dunia 2010 ini bisa dibilang momen come back-nya Aljazair setelah 24 tahun vakum di Piala Dunia. Diharapkan Aljazair dapat membuat kejutan lagi seperti pada saat penampilan perdana mereka di Piala Dunia 1982. Pada pertama kali muncul di Piala Dunia 1982, mereka langsung mengejutkan dunia dengan menang atas Jerman Barat. Namun, kejutan-kejutan itu tak terjadi lagi di pertandingan-pertandingan seterusnya.
Aljazair juga mesti angkat koper di putaran pertama. Mereka kembali lagi di Piala Dunia 1986, tapi dewi fortuna tak berpihak pada mereka. Pasukan Rubah Gurun berada satu grup dengan juara bertahan Brazil dan finalis Piala Eropa 1984 Spanyol. Hasilnya, Aljazair kembali pulang lebih awal setelah dipukul telak Spanyol 3-0. Setelah itu mereka tak pernah ikut Piala Dunia lagi sampai sekarang.
Pada babak play-off lalu, mereka kembali membuat kejutan karena secara tiba-tiba mengalahkan rival abadi yang juga juara Piala Afrika 2010, Mesir dengan skor 1-0. Atas hasil itu, Aljazair berhak menjadi juara grup zona Afrika dan berhak melaju ke Afrika Selatan untuk kembali lagi ke pentas panggung Piala Dunia untuk yang ketiga kalinya.
Jika dilihat secara kualitas pemain, Aljazair memang tidak punya pemain yang berlaga di klub besar. Hal itu cukup masuk akal karena kebanyakan dari mereka belum punya nama besar di jagad sepakbola internasional. Namun, lawan harus waspada karena mereka dikenal dapat membuat kejutan.
Di Afrika, skuad Rubah Gurun termasuk tim yang sering mengikuti Piala Afrika. Mereka juga pernah menyandang gelar tersebut sekali. Pengalaman mereka akan sangat berguna pada laga melawan Slovenia nanti. Lagipula, Slovenia harus waspada karena Aljazair dapat menampilkan teknik permainan yang cukup ciamik. Slovenia harus punya strategi jitu untuk meladeni permainan Aljazair.
Setali tiga uang dengan Aljazair, Slovenia juga tidak punya pemain bintang di tim mereka. Memang ada pemain mereka yang bermain di salah satu klub besar, namun hanya dijadikan pemain pelapis. Namun, tampaknya prestasi Slovenia masih jauh di bawah unggul dari Aljazair. Slovenia belum pernah sekalipun memenangi turnamen sepakbola manapun. Hal itu dapat dimaklumi karena bisa dibilang anak-anak besutan Matjaz Kek itu masih ingusan dalam kompetisi sepakbola internasional.
Prestasi terbaik mereka di panggung dunia sepakbola internasional adalah ketika mereka hanya menempati putaran pertama di Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 2002 karena setelah itu mereka tak lolos.
Namun, tetap jangan anggap remeh Slovania. Mereka juga dapat membuat kejutan. Pada babak play-off kualifikasi zona Eropa lalu mereka sukses menyingkirkan tim unggulan Rusia yang gagal melaju ke Afsel dengan menang selisih gol. Secara mengejutkan, Slovania mematahkan spekulasi bahwa Republik Ceko dan Polandia yang akan lolos babak kualifikasi.
Di babak kualifikasi lalu, Slovenia juga menjelma menjadi tim dengan pertahanan lini belakang paling rapat di Eropa. Terbukti mereka hanya kemasukan 4 gol dari 10 pertandingan kualifikasi. Bisa dibilang, ini merupakan sebuah prestasi mengingat Slovenia masih merupakan anak baru di kompetisi sepakbola terbesar di dunia ini.
Prestasi mereka di kualifikasi lalu tak lepas dari andil sang pelatih Matjaz Kek yang selalu menganalisa kelebihan dan kelemahan calon lawan-lawannya.
Atas jasa pria berusia 48 ini juga yang membuat lini pertahanan Slovenia menjadi sulit ditembus. Selain itu, Slovenia juga punya senjata pamungkas lain, yaitu trio Slovenia yang dihuni kiper Samir Handanovie, gelandang Robert Koren, dan striker Milivoje Novakovic.
Ditilik dari pengalaman dan prestasi, Aljazair tentu lebih unggul dan punya kesempatan dapat memenangi laga tersebut. Namun, hal ini tidak membuat patah semangat anak-anak Slovania. Walau masih tim kecil dengan sedikit pengalaman, mereka tetap optimis Slovenia tetap bisa kalahkan Aljazair dan terus melaju di Piala Dunia nanti.
“Saya sangat senang saat melihat hasil undiannya dan saya yakin kami dapat lolos ke babak selanjutnya. Memang sulit tapi bukan berarti tak bisa dilakukan,” kata bek Slovakia, Matej Mavric.
“Kami akan bertahan selama mungkin dan tidak akan menyerah. Itu tujuan kami,” pungkas Mavric. [RM]
Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|