|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 19:03 POLISI TABRAK LARI Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik |
|
Jumat, 30/07/10, 18:50 BOM TABUNG GAS JK: Jangan Salahkan Konversinya |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
 |
|
|
|
|
|
KOALISI SBY PECAH Komunikasi Partai Harus Dibenahi
Sabtu, 13 Maret 2010, 18:51:59 WIB
Laporan: Aldi GultomJakarta, RMOL. Partai Demokrat hendaknya memperbaiki sistem komunikasi di dalam koalisi ketimbang mengusulkan reposisi beberapa parpol koalisinya di kabinet.
Direktur Center for Indonesian Reform, Sapto Waluyo, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu sore (13/3), mengatakan persoalan Centurygate telah menjadi sumber masalah keretakan koalisi pemerintah. Di sisi lain, kasus itu adalah sesuatu yang mesti diungkap tuntas.
"Yang menjadi pertanyaan apakah keputusan bailout Bank Century itu pernah dibicarakan saat kontrak perjanjian koalisi ditandatangani," ujar Sapto.
Sapto mengingatkan bahwa skandal Bank Century diungkap kepada publik pertama kali oleh kader dari partai koalisi pemerintah yaitu Dradjad Wibowo dari PAN.
"Maka dari itu kita harus obyektif. Dalam setiap kali Pemilu selalu saja ada bank yang bobol. Di Pemilu 2004 juga begitu. Jadi lebih baik bicarakan komunikasi di koalisi daripada kecewa karena Century," tandas Sapto. [ald]Baca juga: Ada 2 komentar tentang berita ini :
Sejarah bangsa ini selalu begini terus kan? Minggu, 14 Maret 2010, 01:17:23 WIB Komentator: jon-pantau | Jika kita memperhatikan sejarah bangsa negeri ini sejak kemerdekaan sampai dengan berganti-ganti rejim pemerintahan, siapapun pemenangnya pada akhirnya akan selalu dicari-cari 'celah-kesalahannya' agar bisa meluapkan dendamnya karena kalah pemilu misalnya.
Coba saja, seandainya SBY pada akhirnya 'dijatuhkan' dan diganti oleh pemimpin baru, dari Golkar misalnya (karena pemenang pemilu kedua setelah Partai Demokrat) pasti pemimpin dari Golkar ini akan dicaricari kesalahan-kesalahannya lagi agar bisa 'dijatuhkan' kembali.
Beginilah kondisi sejarah bangsa yang terus-menerus tidak pernah menjauhkan 'dendam' dan 'iri-dengki' dengan berbalut aspirasi-rakyat, padahal untuk kepentingan kelompok/partai-nya.
Kapan bangsa ini bisa tenang dan damai, jika para tokoh-tokoh bangsa ini tidak arief bijaksana dalam mengatasi problem bangsanya. |
SUATU PERTANDA PARTAI KURANG PEKA, Sabtu, 13 Maret 2010, 22:37:40 WIB Komentator: wolsusa |     Atau masih BUTA-TULI, atau jujur rekayasa dan sama sekali TIDAK Tahu akan terjadi skandal/KASUS BC maupun kasus2 Lain2nya yg akan terjadi kemudian, dan sangatlah disayangkan Partai-Partai POLITIK sekarang, terlalu meng/tergantung dgn Pimpinan/Ketum, misalnya terjadi masalah pada Diri Ketum, (diluar) bisa meng/terkait dgn kebijakan serta misi dan tujuan Partai, nampaknya KOALISI bukannya harus patuh dan setia, jika saja Induk Semangnya berbuat TIDAK Jujur !!!!! |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|