HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

PIALA DUNIA 2010
Macan Asia Tolak Bala

Jumat, 12 Maret 2010, 03:49:10 WIB


Jakarta, RMOL. Namun hal itu tentu bukan perkara mudah, mengingat kapabilitas kedua tim bisa dibilang biasa saja. Kedua pelatih harus memikirkan formula dan strategi pas agar dapat meraih kemenangan. Setidaknya, keduanya sama-sama tak mau sial atau ketiban bala di laga ini.

 Korea Selatan (Korsel) sebagai semifinalis Piala Dunia 2002, sebenarnya dapat diunggulkan dalam laga ini. Namun performa buruk mereka setelah Piala Dunia 2002, tepatnya setelah ditinggalkan pelatih Guus Hiddink, membuat tim Negeri Ginseng menjadi limbung.

Memang, beberapa waktu terakhir, performa mereka mulai menanjak. Setelah sempat menuai hasil kurang memuaskan pada kualifikasi babak ketiga penyisihan grup, Korsel berhasil meraih posisi puncak pada kualifikasi zona asia lalu. Korsel pun tercatat pernah mengalahkan Yunani dalam laga persahabatan 2007 dengan skor 1-0. Semua itu menambah optimisme pasukan Huh-Jung Moo. Walau di atas kertas, baik Yunani maupun Korsel berada dalam grup sulit.

Pelatih Korsel Huh-Jung Moo mengakui, skuadnya akan mengalami banyak laga sulit di Piala Dunia, tak hanya dalam babak penyisihan grup saja.

“Di Piala Dunia, semua pertandingan tidak mudah, sehingga saya tidak punya alasan mengadu tentang grup kami. Kami akan melawan tim-tim yang sangat kuat dan setiap pertandingan pasti sangat sulit, seperti halnya di babak kualifikasi Zona Asia,” terangnya.

Satu-satunya pelipur lara, Korsel dibekali bomber seperti Park-Ji Sung dan Ahn-Jung Hwan yang punya pengalaman internasional, sehingga menaikkan psikologis tim.

Lantas bagaimana dengan Yunani? Sekalipun merumput sebagai tim non unggulan, anak-anak Yunani tidak dapat dianggap remeh. Contohnya pada saat Piala Eropa 2004 lalu. Saat itu Yunani datang sebagai tim underdog dan tiba-tiba membuat kejutan dengan membawa pulang trofi Piala Eropa yang sekaligus menjadi sejarah dalam persepakbolaan negaranya.

Tak ada yang bisa meramal bagian akhir drama Piala Dunia ini, dan bukan mustahil Yunani mengulang sejarah. Apalagi, tim Negeri Dewa-Dewi itu punya catatan lumayan bagus pada saat babak kualifikasi lalu. Dengan hasil menang 6 kali dan kalah 2 kali, Yunani layak bermimpi buat menang.

Selain itu, tim besutan Otto Rehhagel ini dikenal memiliki dinding pertahanan yang kuat. Namun, belakangan Rehhagel mulai memoles pemainnya untuk berani keluar menyerang. Memang, perubahan itu belum begitu signifikan, karena lini depan anak-anak Yunani terkesan masih tumpul. Tapi, masih cukup waktu tersisa buat Rehhagel mempertajam lini depan mereka. Dan jika semua itu, terjadi keberuntungan Yunani benar-benar bisa berulang.
[RM]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang