HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Pengajian Al Munawarah Ajarkan Jihad dan Perang
Kamis, 11 Maret 2010, 20:22:33 WIB

Laporan: Ari Purwanto

Jakarta, RMOL. Pengajian yang diselenggarakan di Masjid Al-Muawarah, Kompleks Perumahan Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan hanya pengajian biasa yang mengajarkan agama secara apa adanya, bukan mengajarkan teror.

Demikian disampaikan Abu Jibril, mantan pimpinan Imam Masji Al-Munawarrah kepada wartawan di kediamannya, di Perumahan Witana Harja nomor 137, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (11/3).

"Saya mengajarkan Dinul Islam dengan ilmu tauhid, akhlak. Saya juga mengajarkan jihad dan peperangan. Saya kupas tuntas seperti yang ditafsirkan para ulama, lengkap," ujar Abu Jibril saat menggerlar konferensi pers di kediamannya di Jalan Witana Harja Blok C, Pamulang.

Menurut Abu Jibril aktivitas di masjid Al-Munawarah itu semuanya terbuka tidak tertutup.

Dalam kesempatan itu juga, Abu Jibril menjelaskan sejarah awal berdirinya pengajian itu. Menurutnya, masjid Al-Munawarah tadinya hanya masjid yang sepi.

"Saya mau shalat saja harus minjam kunci. Tapi dengan izin Allah menjadi masjid yang ramai, ratusan bahkan ribuan pengunjung pernah hadir di masjid ini," tegasnya.

[guh]



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

gileee....
Kamis, 11 Maret 2010, 23:21:03 WIB
Komentator: edi satrio
mau perang sama siapa.... ? mau saling bunuh kali ....

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang