HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Jumat, 30/07/10, 18:12
Hindari Digugat, BK Hati-hati Jatuhkan Sanksi ke Anggota DPR Pembolos
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Bertemu Obama, Imparsial Harap SBY Aktif Bertanya Soal Guantanamo
Kamis, 11 Maret 2010, 17:59:02 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Jakarta, RMOL. Presiden Amerika Serikat Barrack Obama direncanakan akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. Pertemuan antara SBY dan Obama nanti diharapkan dapat memberikan rumusan konkrit terhadap proses demokratisasi dan penegakan HAM.

"Kami ingin kedua belah pihak membicarakan bahwa belum tuntasnya persoalan HAM masa lalu, praktek impunitas, RUU Peradilan Militer, program Papua dan sebagainya. Hal-hal tersebut penting untuk dibicarakan," ujar Direktur Program Imparsial, Al Araf saat konferensi pers di kantornya, Jalan Slamet Riyadi Raya 19, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (11/3).

Imparsial, sebut Al Araf, juga menginginkan SBY aktif mempertanyakan penutupan Kamp Guentanamo di Kuba sehingga bingkai pembicaraan diantara kedua pimpinan negara itu dapat berlangsung dua arah.

"Dengan demikian  kunjungan presiden BO dan keluarga tidak saja mendapat sambutan dari rakyat Indonesia tetapi juga memberikan catatan positif terutama dalam pemajuan penegakan HAM di kedua belah pihak," tandas Al Araf. [wid]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang