HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Jumat, 30/07/10, 18:12
Hindari Digugat, BK Hati-hati Jatuhkan Sanksi ke Anggota DPR Pembolos
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

PIALA DUNIA 2010
Saksi Bisu Kerusuhan Terbesar Sepakbola

Kamis, 11 Maret 2010, 00:17:38 WIB


Jakarta, RMOL. Ellis Park Stadion, atau yang lebih dikenal dengan Coca-Cola Park, merupakan salah satu sta­dion kebanggaan masyarakat Af­rika Selatan. Stadion ini juga me­rupakan stadion paling modern di sana. Berlokasi di pusat kota Jo­ha­nnesburg, stadion ini perta­ma kali dibangun tahun 1928 se­bagai stadion rugby. Sekitar ta­hun 1980-an stadion ini dipugar dan berfungsi lagi tahun 1982.

Nama Ellis Park sendiri dipa­kai untuk menghormati JD Ellis, seorang anggota dewan kota Johannesburg yang menyetujui pembangunan lahan untuk sta­dion yang sekarang dipakai meng­­gelar pertandingan rugby dan sepakbola itu.

Sebagai salah satu stadion ke­banggaan, Ellis Park telah mem­buat bangga rakyat Afsel dengan digelarnya sejumlah pertanding­an penting. Salah satu di antara­nya final Piala Konfederasi 2009 antara Brazil versus Amerika Se­rikat. Tim papan atas Inggris se­perti MU dan Arsenal juga per­nah mencicipi stadion milik The Golden Lions Rugby Union, sa­lah satu tim rugby negara ter­sebut. Di stadion ini pula Afsel suk­ses membawa pulang tropi Piala Dunia Rugby tahun 1995 setelah diizinkan kembali ke panggung olahraga dunia.

Di balik sejarah manisnya, sta­dion ini ternyata juga punya se­buah kisah kelam. Sekitar sem­bilan tahun lalu saat sebuah per­tandingan sepakbola digelar antara tuan rumah Orlando Pi­ra­tes melawan Kaizer Chief terjadi kerusuhan. Tragedi kerusuhan tersebut menelan korban jiwa 42 orang. Dan itu merupakan trage­di sepakbola terbesar dalam sejarah negeri itu.

Tetapi itu masa lalu. Stadion Ellis Park kini telah siap me­nyambut perhelatan sepakbola terbesar yang akan diselenggara­kan pada Juni 2010 nanti. Pe­nam­bahan 5000 kapasitas tempat duduk menjadi 62.000 merupa­kan salah satu persiapan yang te­lah dilakukan pihak stadion.

Selain itu, serangkaian fasi­litas paling modern di stadion ini akan memanjakan para penon­ton. Se­but saja fasilitas modern untuk pers, areal khusus untuk tamu-tamu kehormatan, aksesi­bi­litas untuk para penyandang ca­cat, tim pusaran air, lapangan baru, dan peralatan audio-visual canggih untuk memberikan in­formasi pertandingan ke penon­ton siap untuk digunakan.
[RM]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang