HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Jumat, 30/07/10, 18:12
Hindari Digugat, BK Hati-hati Jatuhkan Sanksi ke Anggota DPR Pembolos
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

GEGER PAMULANG
Pastikan Dulmatin, Polisi Lalui Tiga Tahap

Rabu, 10 Maret 2010, 16:33:05 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Jakarta, RMOL. Untuk memastikan, YI adalah Dulmatin, kepolisian melewati tiga langkah.

Demikian dikatakan Kapusdokes Polri Brigjen (Pol) Mussadeq dalam konferensi pers siang ini di Mabes Polri Jakarta (Rabu, 10/3).

Langkah pertama, bebernya, polisi menggunakan data sekunder atau ciri fisik, seperti tahi lalat, alis mata, dan bentuk dagu yang cocok.

“Kedua, kita melakukan super infuse, yaitu menyamakan photo (Dulmatin) sewaku hidup dengan jenazah,” ungkapnya.

Sedangkan langkah ketiga, tambahnya, polisi mengambil data primer, yaitu sidik jari.

“Tapi karena kami kesulitan dalam hal sidik jari, kami cocokkan profil DNA (Dulmatin) dengan Hajjah Masniati (ibu Dulmatin) dan Ali Usman (ayah Dulmatin). Karena Polri sudah punya data base DNA teroris,” tutupnya. [zul]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang