NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

GEGER PAMULANG
Soal Terorisme Aceh, Pemerintah Harus Klarifikasi Irwandi Yusuf

Rabu, 10 Maret 2010, 14:05:16 WIB

Laporan: Zul Hidayat Siregar

Jakarta, RMOL. Pemerintah harus meminta klarifikasi terhadap pernyataan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf.

Demikian ditegaskan bekas anggota Komisi I DPR yang membidangi masalah intelijen Ali Muchtar Ngabalin kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 10/3).

Dia beralasan, kemarin Irwandi mengatakan bahwa kegiatan terorisme yang ada di Aceh tidak ada hubungan dengan GAM tapi berkaitan dengan aksi terorisme yang ada di pulanu Jawa. Bahkan, lanjutnya, Irwandi mengatakan Aceh akan dijadikan basis teroris di Asia Tenggara.

“Ini harus diklarifikasi. Kalau tidak, berarti intelijen asing akan bisa masuk dengan leluasa ke Aceh,” ungkapnya.

Dia beralasan, terorisme telah menjadi agenda besar Amerika Serikat. Pernyataan Irwandi tersebut, tambahnya, akan menjadi pintu masuk bagi intelijen asing untuk masuk ke wilayah Aceh.

“Pemerintah harus minta klarifikasi, sebelum militer asing masuk,” tutupnya.
[zul]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat