NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

PIALA DUNIA 2010
Bertaruh Kehormatan

Rabu, 10 Maret 2010, 03:23:49 WIB


Jakarta, RMOL. Aura tuan rumah Piala Dunia biasanya cukup ampuh menggetarkan nyali lawan sebelum bertanding. Rasa was-was ini dirasakan betul oleh Prancis jelang duel melawan tuan rumah Afsel di Stadion Free State, Mangaung/ Bloemfontein pada 22 Juni mendatang.

Usai pengundian grup di Cape Town akhir tahun lalu, pelatih Prancis Raymond Domenech bahkan terang-terangan kecewa karena harus berhadapan dengan Afsel di satu grup. Menurutnya, melawan tuan rumah di ajang sebesar Piala Dunia, selalu menyulitkan.

“Kami telah berada satu grup dengan tuan rumah dan itu tak pernah mudah. Afrika Selatan tak membutuhkan proses adaptasi dengan lingkungan fisik dan sosial. Dengan dukungan publik sendiri, tentu mereka bisa mudah meraup poin penuh,” kata Domenech.

Degup jantung Domenech dan anak asuhnya pun dipastikan kian kencang. Pasalnya, tim ayam jantan gagal membuktikan kelayakannya untuk bisa tampil di Afrika Selatan lantaran dipecundangi Spanyol 0-2 di depan pendukungnya sendiri, Kamis (4/3).

Ya, kepercayaan diri Les Bleus saat ini sedang berada di titik nadir. Prancis dalam dua tahun terakhir ini dinilai tidak menampilkan permainan yang baik dan konsisten. Jika bermain buruk dan tidak memuaskan, publik Prancis mudah untuk melampiaskannya dengan cara menyiuli pemain di lapangan, mencibirnya, sampai mengkritik lewat media massa.

Pasukan Raymond Domenech bahkan tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 sebagai juara di grupnya di babak kualifikasi, melainkan lewat jalan playoff. Itupun mereka masih diiringi kontroversi karena gol penentu kemenangan melawan Republik Irlandia, yang dicetak oleh William Gallas, terlebih dulu handsball oleh Thierry Henry.

Apakah ini merupakan pertanda Prancis cuma numpang lewat di Piala Dunia 2010? Belum tentu. Menurut arsitek Spanyol Vicente Del Bosque, Henry cs masih memiliki kesempatan untuk berbenah dari sempitnya waktu yang ada.

“Saya pikir Prancis bisa tampil hebat di Piala Dunia. Spanyol sebelum Euro 2008 juga mengalami masa-masa yang sulit, namun akhirnya kami bisa memenangi turnamen,” ujarnya di Reuters.

Pompa Semangat

Namun, anggapan tuan rumah mendapat berkah “atmosfer” dukungan ternyata tidak benar-benar amat. Afrika Selatan justru terkesan berat menyandang status tuan rumah.

Buktinya, Bafana-Bafana belum “menemukan” komposisi tim yang bermuara kemenangan. Mereka kembali memetik hasil imbang dalam pertandingan ujicoba setelah ditahan Namibia 1-1 di Stadion First National Bank, Kamis (4/3) dinihari WIB.

Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 merupakan sejarah besar dalam persepakbolaan Afsel. Selain dituntut menggelar event terakbar tersebut sesempurna mungkin, mereka wajib menyuguhkan perlawanan keras pada lawan-lawannya dan bukan sekedar menjadi tim penghibur.

Meskipun terhitung labil, masih banyak waktu bagi anak asuh Carlos Alberto Parreira melakukan pembenahan. Prestasi Bafana Bafana sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Di level Afrika, Afsel pernah satu kali mengangkat tropi Piala Afrika 1996 dari 7 kali keikutsertaannya.

Kalau begitu, fakta hebatnya nama besar Perancis mestinya juga tidak perlu ditakuti oleh Afsel. Kalah atau menang, laga terakhir Grup A ini harus ditutup Afsel dengan kebanggaan.
[RM]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat