HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

PASAR BEBAS
Syarif Hasan: Indonesia Harus Siap Hadapi CAFTA

Rabu, 10 Februari 2010, 15:48:48 WIB

Laporan: Ari Purwanto

Jakarta, RMOL. Indonesia tidak siap menghadapi CAFTA dianggap alasan yang mengada-ada oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarif Hasan.

Indonesia harus memaksakan diri dalam menghadapi CAFTA karena Indonesia adalah negara besar. Syarif Hasan menyampaikan hal itu pada Seminar Kesiapan CAFTA di Hotel Acacia, Jakarta, Rabu (10/2).

"Siap tidak siap, kita harus siap menghadapi CAFTA," ujarnya.

Menurut Syarief, perekonomian global harus didukung karena akan meningkatkan opportunity pasar.

"Kita memberikan pasar kepada China, tapi kita juga mendapat pasar yang besar dari China," kata Syarif.

Syarif menambahkan, yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri. Inilah saatnya bangsa Indonesia untuk bersaing. [fik]



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

hari gini takut bersaing..
Rabu, 10 Februari 2010, 18:46:00 WIB
Komentator: golek
Hari gini masih takut bersaing...Hayo bangkit para pengusaha Indonesia..tunjukkan bahwa produk anda yang terbaik,jangan takut dengan produk luar (China)

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat