HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 01:37
PIALA DUNIA 2010
Skuad Dewa-dewi Di Ujung Tanduk
Minggu, 14/03/10, 01:25
PIALA DUNIA 2010
Duit Cekak? Di Tenda Aja
Minggu, 14/03/10, 01:18
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Minggu, 14/03/10, 00:10
Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan
Sabtu, 13/03/10, 18:51
KOALISI SBY PECAH
Komunikasi Partai Harus Dibenahi
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

Endin Soefihara Ditahan KPK
Selasa, 09 Februari 2010, 17:17:34 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Endin Soefihara hari ini ditahan oleh KPK. Sekitar pukul 16.00 WIB. Endin keluar setelah sejak pukul 13.00 WIB memenuhi panggilan KPK dan menjalani pemeriksaan.

Endin langsung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka penerima travel check dalam pemulusan pemilihan Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom pada tahun 2004. Endin langsung dibawa ke Polres Jakarta Pusat dengan mobil tahanan KPK. Endin, setelah keluar dari pemeriksaan, menyatakan kepada wartawan dirinya ingin segera memperoleh kepastian hukum.

Selain Endin, hari ini KPK juga menahan Uju Juhairi dan Dudi M Murod. Sementara Hamka Yamdu tidak dipanggil.

Kuasa Hukum Endin Sofihara, Soleh Amin, menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya sempat mempersoalkan tentang para anggota DPR yang tidak juga diperiksa dan dijadikan tersangka. Karena, menurut PPATK ada 480 travel check dan baru 40 yang sudah diselidiki dan diperiksa. Sementara 440 lembar travel check belum juga diperiksa.

"Kami perlu keadilan dengan diputuskannya klien kami, ditahan dan jadi tersangka," ujar Soleh.

Sementara itu Soleh juga menyesali bahwa pihak yang memberikan travel check tidak ditahan. Miranda, maksudnya? Bagi Soleh, siapa pun yang memberi harus diselidiki. Soleh juga menyebut seseorang yang bernama Arif yang bertindak sebagai mediator yang meberikan uang kepada anggota DPR. [fik]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan