HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

25 Ribu Botol Miras Disita
Selasa, 09 Februari 2010, 16:49:14 WIB

Laporan: Moh. Iqbal

Jakarta, RMOL. Kantor pusat Bea Cukai melakukan penggerebekan di sebuah gudang minuman keras ilegal terbesar di kota Tangerang (Selasa, 9/2). Nilai barang yang disita mencapai sekitar Rp 34 miliar.

Tiga gudang miras ilegal berlokasi di komplek pergudangan Pantai Indah Dadap di blok BB 4, FB 12, dan blok BM 12. Petugas berhasil mengamankan sekitar 25 ribu botol minuman mengandung alkhohol berbagai merek.

Ribuan botol minuman itu merupakan minuman impor. Petugas juga berhasil mengamankan dua pria yang diduga pemilik barang. Dua pria berinisial H dan A, adalah warga yang berdomisili di DKI Jakarta.

Dua orang ini  melanggar pasal 54 UU 11/1995, UU 39/2009, dengan ancaman pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang harus dibayar. Saat ini penyisiran lokasi penemuan masih dilakukan petugas Bea dan Cukai. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat