HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Kwik Harap Mafia Berkeley Berakhir
Selasa, 09 Februari 2010, 15:54:01 WIB

Laporan: Ari Purwanto

Jakarta, RMOL. Ekonomi Indonesia yang dikuasai mafia Berkeley akan diambil alih oleh dinasti ekonomi rakyat yang tergabung dalam Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).

Demikian disampaikan ekonom senior, Kwik Kian Gie, ketika memberikan sambutan pada Deklarasi AEPI, di gedung Perpustakaan Nasional, Salemba, Jakarta, Selasa (9/2).

"Dari 1967 sampai sekarang perkonomian Indonesia dikuasai Berkeley Mafia. Dan yang menjadi pertanyaan apakah setelah ini dinasti Berkeley akan tergusur oleh dinasti ekonomi kerakyatan dalam AEPI," ujarnya.

Kwik mengatakan banyak sekali contoh kungkungan mafia Berkeley di Indonesia. Contohnya, minyak bumi yang dimiliki bangsa ini dipengaruhi oleh harga pasar dunia melalui New York Stock Exchange.

“Lalu Badan Usaha Milik Negara malah dijual ke pihak asing," lanjutnya.

Masih menurut Kwik, Kabinet Indonesia Bersatu jilid I melalui infrastructur summit mengizinkan kepentingan asing bisa menanamkan saham dengan nilai 100 persen.

“Lalu pada infrastructur summit KIB II menjelaskan bahwa pebisnis asing diperlakukan sama dengan pengusaha lokal,” ucapnya. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat