HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 01:37
PIALA DUNIA 2010
Skuad Dewa-dewi Di Ujung Tanduk
Minggu, 14/03/10, 01:25
PIALA DUNIA 2010
Duit Cekak? Di Tenda Aja
Minggu, 14/03/10, 01:18
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Minggu, 14/03/10, 00:10
Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan
Sabtu, 13/03/10, 18:51
KOALISI SBY PECAH
Komunikasi Partai Harus Dibenahi
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

CENTURYGATE
Pansus Konsisten, Boediono-Ani dalam Bahaya

Selasa, 09 Februari 2010, 14:55:58 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Komposisi peta kekuatan di dalam Pansus Skandal Century telah berubah. Hingga saat ini, 7 fraksi dalam Pansus menolak bailout dan 2 fraksi mendukung bailout.

Namun, menurut Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Sebastian Salang, komposisi itu masih mungkin berubah pada rapat paripurna yang akan menghasilkan keputusan final. Apalagi fraksi-fraksi ini tidak berdiri sendiri dan dapat dipengaruhi oleh dinamika di luar Pansus.

"Finalnya pada 15 Februari nanti," ujar Sebastian.

Dalam pandangan Sebastian, jika 7 fraksi konsisten, maka Sri Mulyani dan Boediono tidak mungkin bebas dari jeratan tindak pidana korupsi dan perbankan. Kecuali ada perubahan.

Soal tanggung jawab politik, Sebastian menyatakan ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada Sri Mulyani dan Boediono. Pertama, mengundurkan diri karena telah tebukti secara hukum dan politik di DPR.

Kedua, apabila terbukti secara pidana korupsi dan perbankan, maka akan berkonsekwensi terhadap jabatan mereka. Dan, otomatis harus lepas. Artinya DPR mendorong KPK untuk memproses kasus Skandal Century. Jika diambil menjadi proses politik, maka prosesnya akan sangat panjang. [fik]



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

Tetap lanjutkan
Selasa, 09 Februari 2010, 15:39:52 WIB
Komentator: aan so
untuk para pansus salut lah, jgn tergiur hanya gara2 uang... tetap lanjutkan..hidup pansus. usut tuntas
penjahat century.

Lorong DPR sebatas politis
Selasa, 09 Februari 2010, 15:19:01 WIB
Komentator: erlangga
Semua orang sudah tahu itu..
Tapi yang repot DPR se akan2 bernafsu ingin mempidanakan Budiono dan Srimulyani, ya mentah.
Maka untuk tidak mengulang2 yang satu ini (TIPIKOR) serahkan ke KPK, pasti mantap. Punya pengalaman yang diakui.
ngarepin penyelesaian secara menyeluruh (komprehensif)dari kerja PANSUS sampe botak ngggak kelar2. Ih amit2 bacot ngumbar nggak karuan.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan