HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 01:37
PIALA DUNIA 2010
Skuad Dewa-dewi Di Ujung Tanduk
Minggu, 14/03/10, 01:25
PIALA DUNIA 2010
Duit Cekak? Di Tenda Aja
Minggu, 14/03/10, 01:18
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Minggu, 14/03/10, 00:10
Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan
Sabtu, 13/03/10, 18:51
KOALISI SBY PECAH
Komunikasi Partai Harus Dibenahi
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

CENTURYGATE
FK-Ampera Tuntut Maling Century Diadili

Selasa, 09 Februari 2010, 14:42:10 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Jakarta, RMOL. Hari ini (Selasa, 9/2) Bundaran Hotel Indonesia diwarnai oleh demonstrasi sekitar 300 orang dari berbagai elemen mahasiswa, pemuda dan masyakat. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Amanat Penderitaan Rakyat (FK-Ampera).

Menurut koordinator aksi Teddy, mereka menuntut agar pemerintah mengusut tuntas kasus Skandal Century dan menuntut agar para maling Century ditangkap dan diadili.

"Kami juga menuntut pemberantasan makelar kasus dan mafia perdilan," ujar Teddy.

Dalam pandangan mereka, jika uang Rp 6,7 triliun dialokasikan ke sektor buruh, maka buruh akan sejahtera. Apalagi dialokasian untuk sektor pendidikan dan rakyat miskin. Untuk itu mereka menuntut para pencuri ditangkap dan diadili.

Aksi ini dihiasi dengan aksi teatrikal dan coret tubuh. Mereka membentangkang spanduk dan membagikan stiker kepada para pengguna jalan. [fik]



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

Mari terus kan demo
Selasa, 09 Februari 2010, 15:55:39 WIB
Komentator: aan so
mari teman2 yg ingin negara ini terbebas dari korupsi dan maling uang negara, kita demo trus walaupun perut lapar.

Hobbi ?
Selasa, 09 Februari 2010, 15:28:58 WIB
Komentator: erlangga
Kebebasan mengeluarkan pendapat (ekpresi)kok hanya diisi dengan demo dan demo, yang kreatif dikit ah,
Dan unjuk rasa bertema skandal century sudah nggak laku dan bikin muak.. ini ukan urusan orang2 kebanyakan.
Demo kebanyakan orang2, hanya bisa merasakan sebungkus nasi buat makan siang..
Cukup kawan2ku proletar, kita tunggu semua di garis luar, kita tak bisa menunggu mereka dengan perut lapar, lapar dan lapar
Mari kita bekerja, anak istri di rumah menanti dengan mulut menganga.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan