HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 01:37
PIALA DUNIA 2010
Skuad Dewa-dewi Di Ujung Tanduk
Minggu, 14/03/10, 01:25
PIALA DUNIA 2010
Duit Cekak? Di Tenda Aja
Minggu, 14/03/10, 01:18
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Minggu, 14/03/10, 00:10
Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan
Sabtu, 13/03/10, 18:51
KOALISI SBY PECAH
Komunikasi Partai Harus Dibenahi
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

APBN Naik, Rakyat Tak Sejahtera
Selasa, 09 Februari 2010, 14:22:49 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Kekayaan alam Indonesia hanya dijadikan komoditas ekspor. Masyarakat tidak sadar lagi bahwa kekayaan alam adalah modal untuk membangun bangsa dan negara.

Hal ini dikatakan pengamat ekonomi Hendri Saparini saat deklarasi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia di Perpustakaan Nasional Salemba Jakarta, siang ini (Selasa, 9/2).

Hendri menjelaskan Indonesia memerlukan kebijakan dalam hal pengelolaan kekayaan alam. Karena ini menjadi modal untuk membiayai kewajiban negara sesuai dengan konstitusi Indonesia, penghidupan layak dan penyantunan anak yatim-piatu.

"Kebijkan APBN kita semakin lama cenderung hanya otak-atik akuntansi. Kebijakan belanja pemerintah tidak lagi dikaitkan dengan amanat konstitusi Pasal 23 UUD 1945," kata Hendri.

Dia menegaskan politik anggaran Indonesia harus diluruskan. Untuk diketahui, jelasnya, APBN Indonesia terus meningkat dari Rp 221 triliun pada tahun 2000 menjadi Rp 1.047 triliun saat ini. Masalahnya, katanya, tidak ada peningkatan kesejahteraan yang signifikan di masyarakat.

"Kebijakan perdagangan luar negeri bukan untuk meningkatkan daya saing guna menuju kemandirian ekonomi tapi hanya menjadi kepanjangan tangan dalam tatanan ekonomi global. Ini harus dihentikan. Harus ada satu kelompok kritis untuk menghentikannya," demikian Hendri. [zul]



Baca juga:


Ada 3 komentar tentang berita ini :

BLT buat Century
Selasa, 09 Februari 2010, 15:34:34 WIB
Komentator: erlangga
Kalangan elit masih punya iri
cukong2 penasaran mengapa hanya dia(rakyat tak bekerja) yang diberi BLT, daann pemerintah memberi impian jadi kenyataan BLT buat Centuri. Assikk, semua geger !

BLT buat Century
Selasa, 09 Februari 2010, 15:34:34 WIB
Komentator: erlangga
Kalangan elit masih punya iri
cukong2 penasaran mengapa hanya dia(rakyat tak bekerja) yang diberi BLT, daann pemerintah memberi impian jadi kenyataan BLT buat Centuri. Assikk, semua geger !

RAKYAT SEJAHTERA ..?
Selasa, 09 Februari 2010, 14:35:08 WIB
Komentator: erlangga
APBN naik berapapun, itu hanya angka-angka. Rakyat untuk 100 tahun kedepan, takkan pernah tersentuh kesejahteraan. Akan tetap jelata. Hari ini ditengah terhamburnya uang 6,7 T. Kita dengar diCirebon (Jabar) & di Jatim rakyat nyata2 makan nasi aking lagi.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan