|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 19:03 POLISI TABRAK LARI Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik |
|
Jumat, 30/07/10, 18:50 BOM TABUNG GAS JK: Jangan Salahkan Konversinya |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
 |
|
|
|
|
|
CENTURYGATE PAN dan PPP, Penentu Perubahan Peta Kekuatan
Selasa, 09 Februari 2010, 13:10:08 WIB
Laporan: Widya VictoriaJakarta, RMOL. Perubahan peta kekuatan koalisi di Pansus Skandal Century terutama diwarnai oleh sikap PAN dan PPP. Sejak awal persidangan, PAN dinilai cukup kritis namun belum pernah mengambil keputusan yang tegas. Demikian dikatakan oleh Koordintor Formappi Sebastian Salang dalam jumpa pers yang digelar di Jalan Matraman, Jakarta, hari ini (Selasa, 9/2).
Selama ini PAN dianggap selalu gamang, namun pada pandangan awal fraksi kemarin (Senin, 8/2) PAN justru dengan sangat tegas menyatakan bahwa bailout menyalahi aturan perundang-undangan dan ada indikasi kuat tindak pidana korupsi dan perbankan.
Demikian pula halnya dengan PPP yang awalnya terkesan tidak tegas. Justru, pada pandangan awal faksi, PPP berubah drastis dan menyatakan hal yang sama dengan PAN. Berbeda dengan dua fraksi koalisi lainnya, yaitu Fraksi Golkar dan Fraksi PKS yang sejak awal tetap konsisten dalam mengkritisi kebijakan bailout dan menyatakan telah terjadi pelanggaran terhadap undang-undang dan dana LPS adalah uang negara.
Menurut Sebastian, perubahan sikap Fraksi PAN dan PPP sangat dipengaruhi oleh dinamika politik di luar Pansus. Misalnya, PPP setelah Mukernas dan salah satu petinggi PPP diproses oleh KPK.
Selain itu, perubahan itu juga dipengaruhi oleh ancaman reshuffle kabinet dan penilaian serta tekanan publik agar Pansus membuka kasus ini sejujurnya. Jadi, ada ketegangan luar biasa antara mereka yang ingin jujur terhadap fakta dan mereka yang setia terhadap koalisi di kabinet. [fik]Baca juga: Ada 1 komentar tentang berita ini :
yaaa... kalau masih kuat mending balik aja deh... Selasa, 09 Februari 2010, 13:24:41 WIB Komentator: budimcb | qiqiqiqiqi     |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|