HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Soal Diktator, Ruhut Bantah Boni
Senin, 08 Februari 2010, 19:33:52 WIB

Laporan: Ari Purwanto

RUHUT SITOMPUL/IST
Jakarta, RMOL. SBY dinilai menerapkan politik kejahatan yang biasanya dipakai oleh para diktator. Ia pun disebut pengamat politik Boni Hargens sebagai soft dictator karena menggunakan berbagai perangkat hukum untuk membungkam lawan-lawan politiknya. Ruhut Sitompul tidak terima.

"Kalau kalian masih percaya omongan Boni Hargens, berarti kalian tidak mengetahui siapa Boni Hargens. Dia kan orang gagal. Di Republik Mimpi,dia di PHK. Jangan bandingkan orang yang gagal mengurusi republik mimpi, dengan Presiden SBY yang menangani negara sebesar Indonesia," beber politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Senin malam (8/2).

Ruhut merasa ucapan Boni tidak perlu ditanggapi. Lagipula, di negara manapun di dunia ini, lanjut Ruhut, tidak ada diktator yang soft.

"Dimana-mana dikatator itu keras dan kejam. Hanya SBY yang tahan selama dua bulan sebagai Presiden fotonya dibakar lalu dipasang di pantat kerbau. Kalau itu terjadi di jaman Gus Dur, Mega apalagi Soeharto, pasti sudah ditangkap," jelasnya.
[ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat