HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Rabu, 10/03/10, 09:46
Kader PDIP Terlibat Suap, Demokrat Tak Mau Grasak-grusuk
Rabu, 10/03/10, 09:46
Eva Sundari: PDIP Tak Tutup Diri untuk Proses Pemakzulan
Rabu, 10/03/10, 08:53
Inilah Rekam Jejak Terorisme di Indonesia
Rabu, 10/03/10, 07:51
Apel Siaga Umat Islam, dari Tuntut Boediono Mundur, hingga Tolak Obama
Rabu, 10/03/10, 05:33
LIGA CHAMPION
Hasil Akhir: Fiorentina vs Bayern
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Anas Urbaningrum, Yang Dorong Hak Nyatakan Pendapat Mengincar Posisi Wapres
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

SBY Bukan Soft Dictator, Tapi Baru Presiden "Lebay"
Senin, 08 Februari 2010, 19:20:19 WIB

Laporan: Ari Purwanto

RAY RANGKUTI/IST
Jakarta, RMOL. Pegiat gerakan sosial Ray Rangkuti kurang setuju jika dikatakan bahwa SBY masuk dalam kategori soft dictator.

Menurut Ray, selama ini SBY baru masuk pada tahap menggiring rakyat untuk mengikuti aturannya melalui statemen mendayu dan memposisikan diri sebagai korban konspirasi jahat. Dengan cara seperti ini, SBY belum pantas disebut sebagai soft dictator.

Hal ini disampaikan oleh Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (8/2).

"Kalau dikatakan soft dictator, belum. Tapi kalau tak dijaga, akan mengarah ke sana. Dan jika itu terjadi, berarti SBY menyusun etika politik versi dirinya sendiri," ujar Ray.

Dalam pandangan Ray, saat ini SBY lebih tepat disebut dengan istilah Anak Baru Gede (ABG) sekarang, yaitu "Presiden Lebay". Karena terlalu banyak hal sepele yang ditanggapi oleh SBY. "Terkadang self defence SBY malah berubah jadi fitnah dan kebohongan," lanjutnya. [fik]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 



Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Pembalak Liar Bisa Kena Pasal Pencucian Uang
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Ah, Produksi Migas Nggak Naik Kelas