HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

SBY Diminta Waspadai Orang Dalam
Senin, 08 Februari 2010, 19:19:56 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Presiden SBY harus mengantisipasi suara-suara tuntutan dari dalam Partai Demokrat agar tidak ditelan bulat-bulat dan menjadi salah satu faktor yang menjerumuskan dirinya kepada kesulitan besar.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P3I) Daniel Hutapea kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (8/2). Pendapat itu dikatakan Daniel menanggapi usulan dari Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin ke SBY untuk membongkar pasang kabinet.

“Justru, yang membunuh kita adalah orang-orang terdekat kita sendiri. Orang-orang terdekatlah yang bisa menghancurkan SBY. SBY harus antisipasi dari dalam, jangan terlalu ditelan bulat-bulat,” jelas Daniel.

Daniel yakin, bila reshuffle dipaksakan maka dampaknya akan amat buruk bagi pemerintah. Daniel menyarankan reshuffle dilakukan berdasarkan penilaian kinerja bukan pertimbangan politik semata.

“Kalau melihat dari persoalan kinerja, ada beberapa yang perlu dipertimbangkan, sebagai Ketum P3I saya bicara pengangguran. Kalau bicara kinerja, yang dikerjakan para menteri hanya slogan dan tanpa konsep. Mengenai pengentasan pengangguran sendiri belum optimal,” ujar salah satu Presidium Forum Persatuan Nasional ini, salah satu organisasi pendukung SBY. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat