HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Kamis, 11/03/10, 17:26
KOALISI SBY PECAH
Pilih Opsi A, Ketua Umum PPP Ditinggalkan?
Kamis, 11/03/10, 17:26
Menko Kesra Tidak Yakin Ada Boikot Terhadap Sri Mulyani
Kamis, 11/03/10, 17:10
KOALISI SBY PECAH
Menteri Agama Kurusan, Takut Direshuffle?
Kamis, 11/03/10, 17:08
CENTURYGATE
Bantah Hasil DPR, Boni Hargen Samakan SBY dengan Bonek
Kamis, 11/03/10, 17:02
TNI-Polri Gelar Latihan Gabungan, Untuk Obama?
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Syarief Hasan, Jabatan Harus Diprioritaskan Daripada Urusan Politik
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

CENTURYGATE
Hanura Temukan 62 Penyimpangan

Senin, 08 Februari 2010, 19:08:56 WIB

Laporan: Widya Victoria

AKBAR FAIZAL/IST
Jakarta, RMOL. Fraksi Partai Hanura menyatakan telah menemukan 62 penyimpangan dalam kasus skandal Century. Demikian disampaikan oleh anggota Pansus skandal Century dari Fraksi Hanura Akbar Faizal.

Dari 62 penyimpangan itu dijelaskan 16 penyimpangan terjadi pada saat akuisi, 25 penyimpangan terjadi pasca merger, 8 penyimpangan terjadi pada kebijakan pemberian FPJP, dan 13 penyimpangan terjadi dalam pernyataan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Menurut Fraksi Hanura, penanganan Bank Century telah merugikan negara. Dalam hal ini ada beberapa pejabat yang harus bertanggungjawab, yaitu manajemen lama Bank Century,  manajemen baru Bank Century, pejabat akuisi, pejabat pasca merger, pejabat BI dalam FPJP, pejabat KSSK, UP3R, Komite Koordinasi, dan pejabat LPS.

Dalam penyampaian pandangan, Fraksi Hanura menyebutkan bahwa kasus skandal Century adalah upaya perampokan dana secara berlanjut oleh pemilik bank yang bekerja sama dengan pejabat BI dan Menteri Keuangan yang pada akhirnya merugikan keuangan negara. Dengan demikian seluruh unsur tindak pidana korupsi telah terpenuhi. [fik]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Mabes Polri Belum Sidik Kasus Politisi Misbakhun
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Teroris Sukses Diberantas, Penegakan Hukum Kandas