|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 18:13 Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat |
|
Jumat, 30/07/10, 18:12 Hindari Digugat, BK Hati-hati Jatuhkan Sanksi ke Anggota DPR Pembolos |
|
 |
|
|
|
|
|
Adnan Buyung Tegaskan Ruhut Pemain Sinetron
Senin, 08 Februari 2010, 18:23:13 WIB
Laporan: Taufik Damas Jakarta, RMOL. Anggota Pansus Skandal Century dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul kembali melancarkan serangan. Serangan Ruhut kali ini diarahkan kepada mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution.
Serangan tersebut diucapkan Ruhut saat rapat Pansus Skandal Century, Senin (8/2). Ruhut menyampaikan serangan tersebut ketika menanggapi usulan dan pendapat anggota Pansus dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno dan dari Fraksi PKS Fahri Hamzah. Ruhut merasa berang karena Adnan buyung meminta SBY hadir dan menjelaskan kepada Pansus agar tidak ada dugaan liar terhadap Partai Demokrat, Presiden SBY dan Keluarga SBY soal dana talangan Century.
Dalam serangan tersebut Ruhut mengaku merasa malu dengan komentar Adnan Buyung yang ia anggap sakit hati karena tidak terpilih kembali sebagai Wantimpres. Ruhut menyebut Adnan terlalu banyak ngoceh bagai burung cucak rowo.
Namun, serangan Ruhut tersebut ditanggapi dingin oleh Adnan Buyung. Bagi Adnan, apa yang dikatakan Ruhut itu tidak perlu dihiraukan.
"Ruhut adalah pemain sinetron," ujar Adnan dalam wawancara dengan TV One sore hari ini.
Walau demikian Adnan tetap sedikit mengomentari apa yang dikatakan oleh Ruhut, tepatnya berhubungan dengan dirinya dianggap sakit hari karena tidak terpilih kembali menjadi anggota Wantimpres.
Dalam hal ini Andan menyatakan tidak pernah meminta, tapi SBY lah yang meminta dirinya masuk dalam Wantimpres. Untuk itu, Adnan menantang Ruhut untuk bertanya kepada Presiden. [fik]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|