HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

KPK Bantu Pelarian Terperiksa, Gayus Anggap Wajar
Jumat, 05 Februari 2010, 15:09:06 WIB

Laporan: Ari Purwanto

Jakarta, RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperbolehkan pejabat negara yang telah selesai diperiksa keluar melalui pintu samping gedung yang biasa diperuntukkan bagi para pejabat KPK.

Bagi anggota Komisi III DPR dari fraksi PDIP, Gayus Lumbuun, hal itu merupakan persoalan biasa yang dilakukan demi keamanan para terperiksa.

"Jangan berpikiran kotor. Bisa saja itu hal teknis yang dilakukan untuk meminimalisir sesuatu. Misalnya, mungkin saja ada seseorang yang berniat jahat kepada pihak yang dipanggil KPK dengan berkedok wartawan," ujar Gayus kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (5/2).

Pernyataan Gayus ini berkaitan dengan kejadian kaburnya dua terperiksa KPK, politisi Demokrat Amrun Daulay dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto dari hadangan wartawan usai mereka menjalani pemeriksaan di KPK.

Tak seperti terperiksa lainnya, Amrun dan Wisnu diijinkan meninggalkan gedung KPK melalui pintu samping. Bahkan, perlakuan khusus diterima Wisnu Subroto yang berjalan menuju pintu samping dengan dikawal Direktur Penuntutan KPK Feri Wibisono.
[ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang