|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Ikuti Jejak Amrun, Wisnu Kabur Lewat Pintu Pejabat KPK
Kamis, 04 Februari 2010, 15:39:43 WIB
Laporan: Firardi RozyJakarta, RMOL. Wartawan yang biasa meliput di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali kecolongan.
Kali ini pelaku pengecohan adalah mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto, yang sejak tadi pagi diperiksa KPK dalam kasus suap pimpinan KPK. Bisa jadi ia mengikuti taktik politisi Demokrat Amrun Daulay yang kemarin kabur lewat pintu samping KPK untuk menghindari cecaran pertanyaan wartawan.
Wartawan baru mengetahui kepergian Wisnu setelah diberitahu oleh aktivis ICW, Febri Diansyah, yang kebetulan sedang berada di gedung KPK. Menurut Febri, Wisnu sudah keluar gedung KPK melalui pintu samping sekitar pukul 15.00 WIB. Saksi dalam kasus suap Anggodo Widjojo itu diantar Direktur Penuntutan KPK, Fery Wibisono, menuju mobilnya.
Wartawan mendapat info itu sekitar pukul 15.05 WIB, langsung mencoba mengejar Wisnu ke pintu samping. Namun upaya itu sia-sia. Menurut salah seorang pegawai KPK, Wisnu kabur dengan mobil sedan Serena hitam yang melaju cepat meninggalkan KPK lewat pintu samping.
Wartawan yang sejak pagi menunggu keterangan Winsu cuma bisa memendam kecewa. Pasalnya, sebelumnya wartawan sudah mewanti-wanti jurubicara KPK Johan Budi agar kejadian terperiksa kabur lewat pintu samping itu tak terjadi lagi. Johan pun sempat mengiyakan permintaan wartawan itu.
Kejadian serupa juga terjadi kemarin (Rabu, 3/2). Anggota Fraksi Partai Demokrat Amrun Daulay, yang batal diperiksa dalam kasus sapi impor dan mesih jahit Departemen Sosial, mengecoh wartawan dengan keluar melalui pintu samping yang biasanya disediakan khusus untuk para pejabat KPK. [ald]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|