HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Lingkaran Dalam SBY, Sumber Problem Ketatanegaraan
Jumat, 29 Januari 2010, 11:34:50 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Memang sulit untuk memahami logika Presiden SBY karena dia memiliki tata bahasa yang berbeda dengan tata bahasa kebanyakan orang. Tubuhnya ada di Indonesia, tapi kadang-kadang punya imajinasi lain yang menempatkan dirinya dalam gaya Amerika.

Demikian dikatakan oleh Direktur Reform Institue Yudi Latif dalam talkshow di DPD RI yang betajuk Perspektif Indonesia "Lingkaran Dalam Kekuasaan" dan Efektifitas Pemerintahan di Pressroom DPD RI

Tapi, menurut Yudi, gaya keamerikaan itu tidak sepenuhnya konsisten. Ia mencontohkan logika "lingkaran dalam" ala Westerling yang ternyata tidak terlalu kuat untuk konteks ketatanegaraan Indonesia.

"Kita memahami lingkaran dalam yang relatif kuat di Amerika menggunakan kementerian yang sangat terbatas, hanya 9 menteri saja," ujar Yudi.
 
Dengan hanya 9 orang menteri, tentu Presiden Amerika butuh lingkaran dalam  atau supporting system yang sangat kuat. Walau demikian di Amerika ada yang disebut dengan active president dan passifve president.

"Kita tahu Kennedy terkenal karena sering mengunakan lingkaran dalamnya ketimbang departemen-departmen. Tapi ada juga yang disebut dengan passive president yang lebih sering menggunakan departemen-departemen," jelas Yudi.

Saat ini di Indonesia kementeriannya banyak serta lingkaran dalamnya pun banyak dan berlapis-lapis. Itulah yang dimaksud bahwa SBY memiliki tata bahasa sendiri. Ketika SBY berjanji meberantas korpusi, menurut bahasa awam berarti akan ada penghematan biaya. Tapi  SBY justru menambah penggelembungan biaya negara seperti dengan mengadakan jabatan wakil menteri, renovasi pagar istana, kenaikan gaji, pengadaan mobil mewah, sampai pesawat kepresidenan.  

"Itu kan logika yang susah kita lihat koherensinya dalam kondisi krisis sekarang ini. Jadi lingkaran dalam SBY menjadi problem dalam ketatanegaraan kita," tandas Yudi. [fik]



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

SBY SEPERI DI LINGKUNGAN DALAM DUNIA LABIRIN
Sabtu, 30 Januari 2010, 02:35:10 WIB
Komentator: sugianto
SBY SEPERI DI LINGKUNGAN DALAM DUNIA LABIRIN, ALIAS JAUH DENGAN PERSOALAN RAKYATNYA SENDIRI.

SBY LEBIH ASYIK DENGAN DUNIA LABIRINNYA SENDIRI.

Lingkaran dalam ....
Jumat, 29 Januari 2010, 13:26:31 WIB
Komentator: tony_su
BETUL Pak...
Lihat aja kasus2 yang mendera pemerintahan ini....
1. Kasus Polri vs KPK ...
2. Kasus Century
3. Budiono .....
4. Sri Mulyani.....
5. dll .... capek nyebutinnya...
belum lagi menteri2 yg perlu dipertanyakan kompetensinya, Tifatul, Hatta .... capek deh !

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang