NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

GAJI NAIK
Setelah Didemo, Demokrat Berusaha Raih Kembali Simpati Publik

Jumat, 29 Januari 2010, 10:32:42 WIB

Laporan: Zul Hidayat Siregar

Jakarta, RMOL. Kemarin (Kamis, 28/1), puluhan ribu massa menggelar aksi unjuk rasa karena menganggap Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono telah gagal dalam menyejahterakan masyarakat.

Seolah ingin meraih simpati publik kembali, Partai Demokrat menolak rencana kenaikan gaji anggota DPR dan pejabat lainnya sebesar 20 persen.

"Menurut saya untuk soal gaji-gajian tunda dulu lah. Ini bisa mencederai hati rakyat. Cukuplah dengan pola hidup sederhana. Saya heran dengan kebijakan Panitia Anggaran (DPR) ini," kata anggota DPR dari Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 29/1).

Dia menegaskan akan mengimbau anggota DPR dari Partai Demokrat lainnya untuk menolak usulan kenaikan gaji tersebut.

"Saya akan obrolin di Fraksi (Partai Demokrat)," tandasnya. [zul]



Baca juga:


Ada 5 komentar tentang berita ini :

PARTAI DEMOKRAT 2014 (HANCUR REPUTASINYA)
Sabtu, 30 Januari 2010, 02:42:23 WIB
Komentator: sugianto
PARTAI DEMOKRAT 2014 (HANCUR REPUTASINYA)

APALAGI KADER DEMOKRAT HANYA BISA KOMENTAR

' DIAM KAU BANGSAT'

' DIAM KAU BANGSAT'

' DIAM KAU BANGSAT'

1000% GUA YAKIN RAKYAT TIDAK AKAN PILIH LAGO PARTA DEMOKRAT.

PARTAI DEMOKRAT MENYETUJUI
' DIAM KAU BANGSAT'

Setelah Didemo, Demokrat Berusaha Raih Kembali Simpati Publik
Jumat, 29 Januari 2010, 15:48:25 WIB
Komentator: golek
Rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah SWT, jadi jangan iri apabila pejabat negara dinaikan gajinya.....percayalah jika rezeki kalau memang milik kita tidak akan kemana-mana

SING PEKA
Jumat, 29 Januari 2010, 11:09:59 WIB
Komentator: prigelwan
Dari fraksi lain kapan menyusul...? lihat tuh rakyat, makan 1 kali sehari.

Pegawai negeri itu rakyat bukan sih? Dinaikan gajinya kok nggak setuju?
Jumat, 29 Januari 2010, 11:08:54 WIB
Komentator: cogito
Sebagai rakyat..saya setuju rakyat yg lain dinaikan gajinya.

Ndak bole iri. La ajaran agamaku bilang nggak bole iri kok.

Lagi nyari proyek...kaliiik
Jumat, 29 Januari 2010, 10:58:32 WIB
Komentator: pakdeagus
Panitia anggaran dpr boleh jadi- nggak ada kerjaan...atau mungkin lagi nyari proyek...mumpung

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat