HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

FREEDOM BAROMETER
Pemberantasan Korupsi Indonesia Gondol 2,6

Selasa, 26 Januari 2010, 01:45:47 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Untuk urusan pemberantasan korupsi, Indonesia dinilai masih payah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap belum bisa berbuat banyak untuk mengungkap kasus korupsi, terutama yang melibatkan polisi dan jaksa.

Dalam Freedom Barometer Asia yang diluncurkan kantor Friedrich-Naumann-Stiftung für die Freiheit di Asia baru-baru ini diperoleh informasi bahwa Indonesia hanya mengantongi skor 2,6 untuk urusan pemberantasan korupsi.

Selain mengukur pembangunan politik dan penegakan hukum, Freedom Barometer juga menilai Indonesia cukup terbuka dengan gagasan pasar bebas (7,29), selain itu, untuk urusan peraturan mengenai kredit, perburuhan, dan dunia usaha Indonesia memperoleh nilai 6,07. Namun demikian dalam hal perlindungan terhadap hak kepemilikan, nilai Indonesia belum cukup memuaskan, hanya memperoleh 4,15.

Freedom Barometer merupakan inisiatif kantor regional Asia Tenggara dan Asia Timur Friedrich-Naumann-Stiftung für die Freiheit, yang mengukur tingkat kebebasan di negara-negara Asia baik di bidang politik, ekonomi dan penegakan hukum. Secara terpisah masing-masing negara di Asia Tenggara dan Asia Timur dianalisa terkait dengan peringkat mereka terhadap kebebasan dengan menggunakan berbagai sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi internasional. [guh]



Baca juga: