HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:17
Nudirman Munir: Badan Kehormatan DPR Periode Ini Lebih Aktif dan Solid
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Siti Fadilah: Warna Saya Berbeda
Senin, 25 Januari 2010, 18:13:28 WIB

Laporan: Dede Heryawan

SITI FADILAH SUPARI/IST
Jakarta, RMOL. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Siti Fadilah Supari yang juga mantan Menteri Kesehatan di KIB I dikenal sebagai orang yang kerap melontarkan kritik tajam baik ke negara asing maupun ke dalam kabinetnya sendiri.

Apakah dirinya akan tetap mempertahankan sikapnya ketika dipilih menjadi salah satu anggota Wantimpres?

“Justru memberi pertimbangan dengan jalan saya sendiri. Memang warna saya agak berbeda. Tetapi begitu diminta presiden jadi anggota Wantimpres saya berpikir barangkali pertimbangan saya memang dibutuhkan," kata Siti usai dilantik sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/1).

Siti mengaku ditawarkan menjadi anggota Wantimpres melalui Hatta Rajasa. Ia diberi tahu saat pemerintah memutuskan mengganti dirinya dengan Nila Moeloek sebagai Menkes di KIB II.

“Mudah-mudahan memang benar pertimbangan saya dibutuhkan sehingga hal yang tadinya berbeda antara kami mudah-mudahan tidak berbeda lagi,” ungkapnya.

Yang jelas, imbuh Siti, di manapun dirinya ditugaskan, ia berkomitmen selalu memperjuangkan kepentingan rakyat. “Saya kira tidak ada kompromi untuk memperjuangan kepentingan rakyat,” jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya saya di Wantimpres kebijakan akan semakin berpihak pada rakyat,” tutup Siti.

Sejak menjabat Menteri Kesehatan di KIB I, Siti Fadilah memang dikenal sebagai sosok yang lugas dan kerap melawan arus. Pemikirannya tertuang di dalam bukunya yang berjudul “Saatnya Dunia Berubah: Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung”.

Dalam buku itu, Siti Fadilah menuding WHO dan negara-negara maju lainnya telah memanfaatkan sampel virus flu burung Indonesia untuk dibuat vaksin, yang selanjutnya dijual kembali dengan harga mahal. Ia juga terkenal sebagai menteri yang berada di balik aksi pemerintah menutup laboratorium kesehatan angkatan laut Amerika Serikat yang berada di Indonesia, Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2). [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang