|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Resmikan Program Pertanahan, SBY Dua Kali Keseleo Lidah
Jumat, 15 Januari 2010, 11:05:38 WIB
Laporan: Dede HeryawanJakarta, RMOL. Presiden SBY menekankan pentingnya pengelolaan pertanahan yang adil untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat banyak.
Pada peresmian program Strategi Pertanahan untuk Keadilan dan Kesejahtraan Rakyat di Kawasan Briket Nusantara, Marunda, Jakarta Utara, Jumat pagi (15/1), Presiden menekankan tiga hal. Pertama, tidak perlu ada keraguan untuk menerapkan peraturan pemerintah untuk tertibkan tanah terlantar. Kedua, proyek infrastruktur yang betul-betul untuk kepentingan luas dengan catatan ganti rugi tidak boleh merugikan rakyat dan ketiga, masalah calo-calo tanah.
“Dia (calo tanah) seolah-oleh menolong rakyat. Padahal, dia menolong diri sendiri. Kalau ada proyek pemerintah, pemerintah sulit jalankan program, rakyat tidak dapat ganti rugi, tapi calo tanah malah mengambil keuntungan,” ujar SBY.
Nah, di tengah sambutan ini, ada hal yang jarang terjadi pada SBY di sebuah acara resmi kenegaraan. Di tengah sambutannya, Presiden sempat dua kali keseleo lidah. Pertama kali terjadi saat Presiden menceritakan kegunaan Kanal Banjir Timur dan Barat. Saat menyebut Kanal Banjir Timur, SBY malah mengatakan Kanal Banjar Timur.
“Maaf, saya ulangi Kanal Banjir Timur. Dengan adanya dua kanal tersebut maka kita berharap kalau curah hujan tinggi, banjir tertanggulangi,” ralat SBY.
Kedua kali, saat ia memaparkan salah satu program Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pengembangan akses masyarakat pada penguasaan dan pelayanan pertanahan melalui kantor pertanahan bergerak atau biasa disebut Larasita.
SBY menyebut Larasita dengan Larasati. Bahkan, beberapa hadirin yang menghadiri agenda itu sempat mengoreksi kesalahan SBY. "Larasita, Pak," seru beberapa hadirin diserta tawa. Setelah mendapat koreksi, akhirnya SBY kembali meminta maaf dan meralat ucapannya.
Peresmian ini dihadiri Kepala BPN Joyowinoto. Gubernur DKI Fauzi Bowo, Menkpolhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan beberapa menteri KIB II lainnya.
Presiden juga menyempatkan meninjau Larasita kapal motor untuk Kepulauan Seribu dan mengecek mobil untuk kantor pertanahan keliling. [ald]Baca juga: Ada 1 komentar tentang berita ini :
tanda tanda Jumat, 15 Januari 2010, 13:53:19 WIB Komentator: budimcb | ini merupakan tanda2 STRESS, mangkin tinggi tingkat stres maka mangkin rendah tingkat konsentrasinya... mangkanya butuh THE REAL PRESIDEN dong... sambil towel2 JK....
qiqiqiqi     |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|