NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

JELANG KONGRES PAN
Kongres Kurang Dua Hari, Dradjad Diunggulkan 73 Persen

Rabu, 06 Januari 2010, 08:41:10 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan Gus Dur, Partai Amanat Nasional (PAN) yang didirikan Amien Rais dipandang sebagai salah satu icon reformasi yang penting untuk dipertahankan.

Itu sebabnya, banyak pihak yang walaupun tidak merupakan bagian dari PKB atau PAN tetapi merasa berkepentingan atau setidaknya hirau dengan proses politik yang tengah terjadi di kedua partai ini.

Konflik internal di tubuh PKB yang masih terus berlanjut sepeninggal Gus Dur bagi banyak pihak adalah persoalan yang memprihatinkan. Begitu juga dengan posisi PAN di pentas politik nasional. Sementara pihak menyayangkan bila partai berlambang sinar matahari ini dipimpin oleh seorang menteri. Yang dikhawatirkan bukanlah persoalan intervensi dan kooptasi dari presiden, atasan sang menteri. Melainkan konsentrasi yang terbagi dan ketidakoptimalan dalam membesarkan partai. Perlu diingat bahwa seperti halnya PKB, PAN pun, walau tidak banyak, mengalami "defisit dukungan berjalan" dua kali pemilihan umum pasca 1999. Jumlah pemilih PAN turun dalam dua Pemilu terakhir. Bila keadaan ini tidak ditangani dengan serius, PAN bisa terjebak menjadi partai gurem dalam beberapa kali Pemilu lagi.

Banyak pihak, termasuk dari kalangan internal PAN, yang menyebut bahwa proses pemilihan ketua umum PAN yang sedianya digelar di arena Kongres PAN tanggal 8 hingga 10 Januari nanti sebenarnya sudah berakhir. Dengan kata lain, publik PAN sudah mengetahui siapa yang akan menggantikan Soetrisno Bachir yang lima tahun terakhir memimpin partai itu. Dan hasilnya adalah Hatta Rajasa, tokoh senior PAN yang sekarang menjadi Menko Perekonomian di KIB II, lah yang akan dipilih oleh peserta Kongres. Adapun Dradjad H Wibowo yang sejauh ini masih disebut sebagai calon Ketum alternatif kabarnya akan menerima posisi wakil ketua umum.

Sementara itu, dari poling yang digelar Rakyat Merdeka Online sejak hari Senin kemarin (4/1), sudah ratusan pembaca memberikan suara. Dan untuk sementara, hingga hari ini (Rabu, 6/1) atau dua hari sebelum Kongres, Dradjad diunggulkan oleh 73 persen pembaca yang bersedia memberikan suara. Sementara Hatta Rajasa didukung oleh 19 persen. Sebesar 6 persen pembaca mengatakan ada tokoh lain yang pantas memimpin PAN. Adapun 1,4 persen menyatakan ragu-ragu terhadap dua nama itu.

Poling ini tidak dimaksudkan sebagai peta sikap publik PAN, terlebih karena tidak ada verifikasi terhadap latar belakang politik pembaca yang memberikan suara mereka dengan sukarela. Namun dari hasil sementara poling ini dapat diketahui bahwa sebagian besar pembaca Rakyat Merdeka Online menilai bahwa Dradjad lebih pantas memimpin PAN. Cara pandang ini tentu bisa saja berbeda dengan logika dan nature politik yang berkembang di tengah kalangan PAN. [guh]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat