|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 19:03 POLISI TABRAK LARI Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik |
|
Jumat, 30/07/10, 18:50 BOM TABUNG GAS JK: Jangan Salahkan Konversinya |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
 |
|
|
|
|
|
PELARANGAN BUKU Menteri Patrialis Akbar Mengingatkan Ismed pada Adolf Hitler
Minggu, 03 Januari 2010, 17:13:33 WIB
Laporan: Teguh SantosaJakarta, RMOL. Pemerintahan SBY akhir-akhir ini mengingatkan Ismed Hasan Putro pada rezim fasis Adolf Hitler ketika Nazi berkuasa di Jerman pada saat Perang Dunia Kedua lebih dari enam dekade lalu.
Yang membuat Ketua Mayarakat Profesional Madani (MPM) ini teringat pada Hitler dan Nazi adalah kebijakan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar yang mengkaji 20 buku yang dianggap provokatif. Kebijakan Patrialis Akbar ini adalah langkah mundur karena merupakan pelanggaran terhadap hak warga negara untuk membaca dan mendapatkan bahan bahan bacaan yang berkualitas dan memberi manfaat.
"Ini tidak dapat dibiarkan. Bangsa ini harus melawan, karena jelas-jelas bertentangan dengan semangat mencerdaskan bangsa. Bangsa ini tidak boleh dipimpin oleh pemerintahan yang bersemangat melanjutkan praktik rezim otoriter Orde Baru, atau lebih buruk lagi meniru pemerintahan rezim fasis," ujar Ismed di Jakarta (Minggu, 3/1).
"Presiden SBY bertanggung jawab dan harus menghentikan kebijakan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar," sambungnya. [guh]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|