NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

RAPOT SBY-BOEDIONO
Politisasi Kasus, Tahun 2010 Penentu Keberlangsungan SBY-Boediono

Minggu, 27 Desember 2009, 12:29:59 WIB

Laporan: M Hendry Ginting

Jakarta, RMOL. Banyak ujian, tahun 2010 menjadi penentu keberlangsungan pemerintahan SBY-Boediono.

Demikian disampaikan mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli saat menyampaikan sambutan dalam diskusi “Refleksi dan Evaluasi Rapot Pemerintah SBY-Boediono” di Rumah Perubahan, Jalan Panglima Polim, Jakarta (Minggu, 27/12).

Menurut Rizal Ramli, banyak hal yang tidak elok namun diperlihatkan pemerintah SBY-Boediono, termasuk politisasi yang dilakukan pemerintah sendiri dan iklan yang disponsori pejabat bermasalah. Rizal Ramli juga menyayangkan sikap pemerintah yang menuding usaha Pansus Century untuk membongkar skandal Century sebagai tindakan politisasi. Menurut Rizal, tindakan pemerintah sekarang merupakan tradisi teknokrat yang sering menyebut dipolitisasi jika sedang terpojok. Padahal, kata Rizal, pemerintah sendiri yang melakukan upaya politisasi.

“Menteri Keuangan meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit ulang laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini bentuk politisasi. Ini konflik interes yang bertentangan dengan janji membentuk pemerintahan yang bersih. Menkeu melecehkan BPK yang selevel dengan presiden dan DPR. Tindakan lain adalah tukar guling kasus antara Centrury dengan pajak Aburizal Bakrie. Padahal banyak kasus pajak yang hilang. Ini politisasi. Pak Harto saja tidak melakukan seperti ini. Ini tindakan pengecut. Soal dampak sistemik dalam skandal Century, itu juga pembohongan dan politisasi,” kata Rizal. [yan]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat