|
 |
|
|
 |
|
Minggu, 14/03/10, 01:37 PIALA DUNIA 2010 Skuad Dewa-dewi Di Ujung Tanduk |
|
Minggu, 14/03/10, 01:25 PIALA DUNIA 2010 Duit Cekak? Di Tenda Aja |
|
Minggu, 14/03/10, 01:18 Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki |
|
Minggu, 14/03/10, 00:10 Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan |
|
Sabtu, 13/03/10, 18:51 KOALISI SBY PECAH Komunikasi Partai Harus Dibenahi |
|
.jpg) |
|
|
|
|
|
Bonaran Ibaratkan Anggodo Seperti Nenek Minah
Rabu, 25 November 2009, 12:44:32 WIB
Laporan: Firardi RozyJakarta, RMOL. Kabar rencana pelimpahan berkas Anggodo Widjojo dari penyidik kepolisian ke KPK membuat kuasa hukum Anggodo, Bonaran Situmeang, sangat khawatir.
“Kami melihat, jika ditangani KPK akan penuh balas dendam bahkan akan ada kemungkinan Anggodo dijadikan tersangka dan bakal ditahan,” terang Bonaran pada wartawan di Hotel Mega Cikini, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (25/11).
Menurut Bonaran, kekuatiran akan dendam KPK itu ditambah lagi dengan hasutan Tim 8 dan staf Presiden untuk mengadili Anggodo tanpa bukti yang kuat. Secara memelas, dia berani mengibaratkan kasus kliennya akan sama dengan kasus nenek Minah.
Minah (55) adalah seorang perempuan tua, petani buta huruf, yang divonis pidana satu bulan dengan masa percobaan tiga bulan tanpa kurungan di PN Purwokerto, karena mencuri tiga buah kakao atau coklat milik sebuah perusahaan perkebunan untuk bibit. Kasus nenek Minah ini sempat menjadi isu nasional yang menggugah hati nurani dan menuai protes masyarakat luas atas ketidakadilan hukum.
“Kalau Anggodo ditahan KPK, akan ada nenek Minah lagi di KPK. kalau Anggodo ditahan, berarti ada arogansi kekuasaan. Kalau Anggodo dikaitkan dengan penyuapan, maka kasus penyuapan apa? Tidak ada kasus apapun yang memotivasi adanya penyuapan tapi karena adanya permintaan uang dari pimpinan KPK lewat Ari Muladi,” terang Bonaran.
Seperti diketahui, Selasa (24/11) kemarin di gedung KPK, Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri melakukan pertemuan dengan pihak KPK, diantaranya Direktur bidang Penindakan KPK, Ade Rahrja. Menurut jurubicara KPK, Johan Budi, pertemuan itu bersifat koordinasi dalam hal penanganan dugaan suap Anggodo Widjojo.
[ald]Baca juga: Ada 4 komentar tentang berita ini :
Minah sama dg Anggodo? Rabu, 25 November 2009, 18:54:14 WIB Komentator: faiz | Saya kira sudah waktunya Bonaran Situmeang dibawa ke RS Jiwa dan dikerangkeng dengan alasan bisa membahayakan publik karena ketularan jadi bodoh.
Boba bandingkan:
Minah= perempuan, Anggodo = laki2
Minah= Jawa, Anggodo = Cina
Minah= Miskin, Anggodo = kaya
Minah= Gak pintar, Anggodo = lebih pintar dr jendral, Jaksa agung, dll.
Minah= Gak punya lawyer, Anggodo = lawyernya seabreg, termasuk lawyer goblog seperti Bonaran.
Minah= orang Banyumas, Anggod = Surabaya
Minah = gak bisa bhs Indonesia,
Anggodo = Bhs Indonesianya dialek Surabaya
Minah = mencuri tiga buah cocoa, Anggodo = merampok duit negara, dan menghancurkan sistem hukum
Minah = Islam, Anggodo = Nggak tahu apa agamanya (mungkin nggak punya)
Minah = wajahnya memelas, murni, Anggodo = semua orang yg waras pengen mukul wajah dia
Dan masih banyak lagi perbedaannya. Jadi kalau Bonaran bilang sama antara Mbok Minah dan Anggodo, pasti karena Bonaran sudah gila atau karena kena virus idiot! |
mana bisa disamakan? Rabu, 25 November 2009, 16:51:01 WIB Komentator: trisula | | Kalau nenek Minah ditahan, masyarakat berteriak protes keras. Kalau anggodo ditahan, masyarakat berteriak : hooree ! |
haaaaa boleh2 biar rame Rabu, 25 November 2009, 15:32:41 WIB Komentator: sami abu | | haaaaa tenang aja bsa diselesaikan diluar pengadlan, tuh sby sdh kasih contoh..enak tho !! |
Haaa....haaaa......Bonaran Situmeang 'kebakaran-jenggot' nich. Rabu, 25 November 2009, 14:08:32 WIB Komentator: koko | Masa Anggodo disamakan dg Kasus Minah oleh Bonaran Situmeang sich?
Artinya Anggodo harus ganti namanya menjadi Minah Anggodo dong.
Jika sama dg Minah, maka wajib diadili dulu kan?
Siap-siap sajalah di sidang pengadilan Tipikor bung. |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|