|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Johan Diminta Buktikan Pengakuan Sri Mulyani Ditipu Boediono
Selasa, 24 November 2009, 17:19:52 WIB
Laporan: Teguh SantosaJakarta, RMOL. Kepada seorang mantan pejabat tinggi negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan dirinya ditipu oleh Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini adalah Wakil Presiden.
Cerita di atas disampaikan Direktur Eksekutif Negarawan Centre Johan Silalahi dalam diskusi "Chat After Lunch" di FX Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat (Selasa, 14/11).
Menurut Johan, cerita itu didengarnya langsung dari mantan pejabat tinggi negara yang menasihati Sri Mulyani agar tidak main-main dengan kasus Bank Century.
"Anda mau dipenjara?" kata sang mantan pejabat tinggi, seperti ditirukan Johan, saat bertanya kepada Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjawab: tidak. Lalu mengatakan bahwa dirinya ditipu oleh Bank Indonesia sehingga mau mengikuti rekomendasi BI untuk menyematkan status "bank gagal yang berdampak sistemik" di pundak Bank Century.
Si mantan pejabat tinggi bertanya lagi: "Siapa orang BI itu."
Saat itulah, cerita Johan seperti yang didengarnya dari sang mantan pejabat tinggi negara, Sri Mulyani mengatakan: Boediono.
Seorang peserta yang hadir dalam diskusi tersebut bertanya kepada Johan, apakah Johan dapat membuktikan bahwa Sri Mulyani memang pernah mengaku ditipu oleh Boediono. Kalau memiliki rekaman pembicaraan Sri Mulyani dengan sang mantan pejabat tinggi negara, masih kata si penanya, mungkin Johan dapat memberikannya kepada Mahkamah Konstitusi untuk diperdengarkan kepada publik.
Menjawab pertanyaan ini, Johan mengatakan pada saatnya nanti sang mantan pejabat tinggi negara itu akan diketahui publik.
"Pansus Bank Century pun bisa memanggil dia untuk mendengarkan cerita ini," demikian Johan. [guh]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|