HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 15:35
Ruhut: Soal Hukum, Bambang Jangan Berkicau
Minggu, 14/03/10, 14:53
Mendingan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Korupsi Haram
Minggu, 14/03/10, 14:21
GEGER PAMULANG
Rumah Mantri Fauzi Lengang
Minggu, 14/03/10, 14:11
FATWA ROKOK HARAM
Muhammadiyah Bantah Bantuan dari Bloomberg Initiative untuk Bikin Fatwa
Minggu, 14/03/10, 13:23
Rokok Haram, Hanya Fatwa Majlis Tarjih Muhammadiyah
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

Johan Diminta Buktikan Pengakuan Sri Mulyani Ditipu Boediono
Selasa, 24 November 2009, 17:19:52 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Kepada seorang mantan pejabat tinggi negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan dirinya ditipu oleh Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini adalah Wakil Presiden.

Cerita di atas disampaikan Direktur Eksekutif Negarawan Centre Johan Silalahi dalam diskusi "Chat After Lunch" di FX Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat (Selasa, 14/11).

Menurut Johan, cerita itu didengarnya langsung dari mantan pejabat tinggi negara yang menasihati Sri Mulyani agar tidak main-main dengan kasus Bank Century. 

"Anda mau dipenjara?" kata sang mantan pejabat tinggi, seperti ditirukan Johan, saat bertanya kepada Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjawab: tidak. Lalu mengatakan bahwa dirinya ditipu oleh Bank Indonesia sehingga mau mengikuti rekomendasi BI untuk menyematkan status "bank gagal yang berdampak sistemik" di pundak Bank Century.

Si mantan pejabat tinggi bertanya lagi: "Siapa orang BI itu."

Saat itulah, cerita Johan seperti yang didengarnya dari sang mantan pejabat tinggi negara, Sri Mulyani mengatakan: Boediono.

Seorang peserta yang hadir dalam diskusi tersebut bertanya kepada Johan, apakah Johan dapat membuktikan bahwa Sri Mulyani memang pernah mengaku ditipu oleh Boediono. Kalau memiliki rekaman pembicaraan Sri Mulyani dengan sang mantan pejabat tinggi negara, masih kata si penanya, mungkin Johan dapat memberikannya kepada Mahkamah Konstitusi untuk diperdengarkan kepada publik.

Menjawab pertanyaan ini, Johan mengatakan pada saatnya nanti sang mantan pejabat tinggi negara itu akan diketahui publik.

"Pansus Bank Century pun bisa memanggil dia untuk mendengarkan cerita ini," demikian Johan. [guh]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan