HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 08:40
GEGER PAMULANG
Azra: Teroris Bukan Hanya Urusan Polisi
Jumat, 12/03/10, 07:53
DPR Tak Punya Hak Boikot Sri Mulyani
Jumat, 12/03/10, 03:49
PIALA DUNIA 2010
Macan Asia Tolak Bala
Jumat, 12/03/10, 03:14
PIALA DUNIA 2010
Indahnya Stadion Mandela Bay Di Tepi Danau North End
Jumat, 12/03/10, 02:07
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Chairuman Harahap, Merasa Tidak Bersalah, Padahal Lakukan Kesalahan
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Aksi Lempar Handuk Warnai Pidato SBY
Selasa, 24 November 2009, 06:05:46 WIB

Laporan: Desy Wahyuni

Jakarta, RMOL. Aksi lempar handuk mewarnai acara nonton bareng pidato Presiden SBY di kantor Imparsial, Senin malam (23/11).

Aksi itu menandakan kekecewaan penonton terhadap jalan keluar yang diambil SBY untuk menghentikan kasus yang menimpa dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. SBY mengatakan dirinya memilih penyelesaian di luar pengadilan (out of court settlement), namun menyerhkan hal itu kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Kekecewaan juga dialamatkan kepada sikap SBY terhadap laporan final audit investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century yang menerima bailout sebesar Rp 6,7 triliun.

Sejumlah aktivis dan pengamat politik hadir dalam acara nonton bareng yang digelar di samping kolam renang di halaman kantor Imparsial di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Mereka yang hadir antara lain Adhie Massardi, Ray Rangkuti, Effendi Gazali, Fadjroel Rachman, Bony Hargens, Usman Hamid, Danang Widyamoko dan Sukardi Rinakit, juga Tom Pasaribu. Sebagian besar dari peserta telah menyiapkan handuk putih kecil yang diselempangkan di leher.

Sebelum melemparkan handuk, Ray Rangkuti memimpin penonton mengangkat jempol tinggi-tinggi, lalu membalikkannya."Lawan SBY sekarang juga," serunya.

"Saya ingin mengatakan semua harus direformasi total, KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan saya tambahkan juga Pak Presiden," ujar pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali.

"Setelah apa yang disampaikan Bapak Presiden, saya malah nggak ngerti isinya apa. Presiden bilang out of court settlement, sementara yang ilmiah merasa itu adalah out of the logic,"tambahnya.

"Aku mau presiden baru bela rakyat, yang punya ketegasan jadi pemimpin, rakyat semakin susah, semua ini akibat pemilu kemarin," begitu salah satu syair yang dinyanyikan Franky Sahilatua.

"Orang yang diharap-harapkan oleh rakyat dapat memenuhi semua harapan ternyata nol besar. Malam ini saya berpikir, ini adalah seratus hari terakhir buat SBY, dan kita akan melawannya bersama-sama," ujar Bony Hargens.

"Kalau kita melihat pidato pak SBY tadi, sebenarnya nggak lebih bahwa SBY adalah public relation Bank Century. Untuk kasus Bibit dan Chandra, Pak SBY gagal menjadi jangkar yang malah membuat keterombangambingan. Kalau kondisinya seperti ini, kita lawan Pak SBY," teriak Koordinator ICW, Danang Widyomoko.

"Indonesia butuh Presiden baru. Hari ini Presiden membuktikan bahwa dirinya bukan presiden. Dia membuktikan kalau dirinya tidak bisa mengambil keputusan, tidak berani mengambil tindakan yang sesuai dengan etika kebangsaan. Yaitu memberhentikan pejabat-pejabat yang tersangkut korupsi," ujar Usman Hamid.

"Untuk mencopot Jaksa Agung saja dia tidak bisa. Untuk itu, kita semua rakyat Indonesia dari berbagai elemen masyarakat menyerukan bahwa kini Indonesia darurat keadilan," tandas Usman Hamid. [guh]



Baca juga:


Ada 5 komentar tentang berita ini :

he... he.... he.... indon....
Selasa, 24 November 2009, 08:43:38 WIB
Komentator: wawann
SELALU DIDEPAN

BELAJAR MENCINTAI
PADA PUNCAK SEJARAH
DIMANA SINAR KEBERANIAN
MEMBAWA PADA KEPEDULIANMU

Reff:
INILAH ORANG YANG JERNIH
SI JUJUR YANG PANTAS DICINTAI
DAN KESEDERHANAANMU
KOMANDAN BIBIT CHANDRA

TANGANMU YANG KEKAR DAN KUAT
DALAM PERJALANAN SEJARAH
KETIKA RAKYAT SEDANG LARA
BANGKIT DAN MENYAKSIKAN

BERHEMBUS ANGIN DARI TIMUR
DIKALA MUSIM PANCAROBA
GUNA MENANCAPKAN BENDERA
DENGAN SENYUMMU YG MENYEJUKKAN

KAU YANG MENCINTAI REVOLUSI
MENCARI SAHABAT BARU
DIMANA MEREKA BERHARAP KETEGASAN
SEMANGAT PEMBEBASANMU

ReFF :-----

KAMI AKAN MELANJUTKAN
SEPERTI YG PERNAH KAU KATAKAN
KEPADA MUNIR
PASTI SELALU DIDEPAN




HASTA SIEMPRE

APRENDIMOS A QUERERTA
DESDE LA HISTORICA ALTURA
DONDE EL SOL DE TU BRAVURA
LE PUSO CERCO A LA MUERTE

Reff:

AQUI SE QUEDA LA CLARA
LA ENTRA NABLE TRANSPARENCIA
DE TU QUERIDA PRESENCIA
COMANDANTE CHE GUEVARA

TU MANO GLORIOSA Y FUERTE
SOBRE LA HISTORIA DISPARA
CUANDO TU DO SANTA CLARA
SE DESPIERTA PARA VERTA

Reff:-------

VIENE S QUEFRIANDO LA BRISA
CON SOLES DE PRIMAVERA
PARA PLANTAR LA BANDERA
CON LA LUZ DE TU SORRISA

Reff:---
TU AMOR REVOLUCIONARIO
TE CONDUCE A NUEVA EMPRESA
DONDE ESPERAN LA FIRMEZA
DE TU BRAZO LEBERTARIO

ReFF:-----

SE GUEREMOS ADELANTE
COMO JUNTO A TI SEGUIMOS
Y CON FIDEL TE DECIOS
HASTA SIEMPRE COMANDANTE

Reff:----------

'maju kena , mundur kena'
Selasa, 24 November 2009, 07:46:29 WIB
Komentator: lisus
Ini yg terjadi pada SBY. Bila dia mengikuti proses hukum yg di usulkan Polri maupun Kejaksaan, berarti tidak mengikuti saran Tim-8 yg berarti juga juga menyakiti HANURATA (Hati Nurani Rakyat Jelata). Tapi kalau dia tidak aturan hukum 'versi Jaksa-Polri' , maka dia menyinggung dua institusi tsb. Makanya, dia bilang gak ikut campur, tapi sayang ada buntunya yaitu : .....'akan mengacu kepada aturan hukum'....., nah buntut ini yg membingungakn masyarakat
yg haus akan rasa keadilan yg bersih dan jujur. Bagi kita yg penting walaupun Bibit & Chandra sdh 'dibebaskan', namun proses hukum thd Anggodo, beserta oknum2 yg terkait dlm rekaman pembicaraan tsb, harus ditindak lanjuti dan diproses secara hukum, karena kasus ini benar2 mencederai 'hanurata' . Jadi jangan ada semacam 'dealing' dg oknum2 dari Kejagung dan Polri.
Kalo 'Cicak' sih gak berbahaya buat manusia, bahkan buat obat tradisionil, tapi kalo 'Buaya' itu lain. Pada lagu 'Terang Bulan' tempo dulu yg sekarang jadi lagu kebangsaan negara jiran, ada syairnya yg berbunyi, 'Terang Bulan, terang dipinggir kali, Buaya nimbul disangkanya mati.....'

kerja sama
Selasa, 24 November 2009, 07:22:20 WIB
Komentator: abil
Bagus juga, pidato SBY tadi malam.
Pada intinya, JAKSA, POLRI dan KPK diminta kerja sama, saling menutupi kalau ada korupsi.
jadi kalau ada korupsi, jangan diusut, dirembug aja gimana enaknya.
HIDUP...SBY...

Perlu sabar menunggu implementasi administrasi 1-2 hari lagi-lah
Selasa, 24 November 2009, 07:06:07 WIB
Komentator: koko
'Saat ini istilahnya yang kurang hanya masalah administrasi dan formalitas saja,' kata pengacara Bibit-Chandra, Taufik Basari.

Menurut Taufik, apa yang sudah disampaikan Presiden sudah sangat tegas. Polri dan Kejagung diminta untuk tidak meneruskan persoalan ini sampai ke pengadilan.

Sedangkan untuk masalah wajib lapor yang harus dijalani oleh kedua pimpinan KPK nonaktif tersebut, Taufik mengaku belum bisa menentukan sikap.
'Kita belum diskusikan, tapi sudah selayaknya proses pemeriksaan berhenti,' pungkasnya.

Presiden SBY telah menyampaikan pengumuman sikap atas kasus Bank Century dan Bibit-Chandra sekitar 20 menit. Ada satu kejelasan yang disampaikan SBY yakni polisi dan jaksa tidak melanjutkan kasus Bibit-Chandra.

LANJUTKAN..TURUNKAN SBY!
Selasa, 24 November 2009, 07:01:52 WIB
Komentator: calmdown
presiden jaim. bisanya lempar wacana2, prakteknya keblinger.bgini deh jadinya..

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Setneg Harus Jadi Contoh Lakukan Reformasi Birokrasi