|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 19:03 POLISI TABRAK LARI Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik |
|
Jumat, 30/07/10, 18:50 BOM TABUNG GAS JK: Jangan Salahkan Konversinya |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
 |
|
|
|
|
|
Rapat Gabungan, Komisi III Terkesan Takut Kehilangan Peran
Jumat, 20 November 2009, 14:13:14 WIB
Laporan: M Hendry GintingJakarta, RMOL. Rapat gabungan antara Komisi III DPR dengan Kejaksaan, KPK, dan kepolisian RI yang berlangsung di gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/11) kemarin, sedianya ditujukan untuk mensinergikan tiga lembaga penegak hukum namun di sisi lain justru membuat arah pemberantasan korupsi tidak jelas.
Dalam rapat gabungan itu, DPR terkesan takut tidak bisa berbicara dan kehilangan peran di mata publik. Pertanyaan yang diajukan para anggota dewan itupun terlihat tidak berkualitas. Demikian penilaian Ketua Lembaga Klinik Hukum Merdeka, Bennie Akbar Fatah saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Jumat (20/11).
Beni bahkan mengibaratkan kondisi itu seperti berburu gajah di tengah hutan. Sebelum berburu di pinggir hutan, para pemburu malah sibuk atau bertengkar untuk mengambil sesuatu yang berharga dari gajah tersebut.
"Tapi ketika mereka berburu, gajahnya sudah kabur. Artinya, mereka (Komisi III DPR) sibuk membicarakan pemberantasan korupsi tapi lembaga penegak hukumnya malah sibuk bertengkar, koruptor pun tepuk tangan," jelasnya.
[wid]Baca juga: Ada 2 komentar tentang berita ini :
Komisi III bukan takut kehilangan Jumat, 20 November 2009, 17:38:18 WIB Komentator: faiz | peran. Memang perannya adalah membuat KPK sebagai victim dan memperkuat hubungan Komisi tsb dg para langganan lama, Polri dan Jagung.
Bukankah selama ini oknum-2 DPR yg jahat dan korup dihabisi oleh KPK? Sedangkan hubungan dg Polri dan Jagung 'baik-baik' saja, walaupun kadang ada Jagung yg ngeyel seperti Abdurrahman Saleh yg punya 'nyali' ngelawan Komisi III DPR. Dia langsung diganti kan?
Hubungan kolutif dan koreuptif antara pentolan DPR di Komisi III dng klien lama dalam kejahatan, yaotu oknum Polri dan Jagung sudah terlalu kental. Kehadiran KPK jelas 'merusak' hubungan asyik masyuk nan mesra anata para maling tersebut. Makanya gak aneh kalau Komisi III dipakai para oknum DPR utk menghabisi KPK dan mendukung Polri dan Jagung.
Tidak aneh kalau Benny Harman ngomong di TV bahwa sikapnya adalah 'netral' ketika menghadapi Polri, KPK dan Jagung. Itu kan statemen aneh, mana bisa DPR netral? Lha wong lembaga wakil rakyat yg politis kok netral. Kalau mau netral, jadilah TNI, atau peneliti, atau birokrasi pemerintah. Mereka harus netral karena menjadi alat pertahanan negara, karena obyektivitas akademis, dan karena pelayan publik!
Kalau anngota DPR netral, wah rusak semua tatanan bernegara! Justru anggota DPR DILARANG NETRAL, karena mereka mewakili kepentingan konstituen dan rakyat vis-a-vis eksekutif. Harman yang notabene mantan orang YLBHI, wartawan, dan doktor ilmu hukum (?) mestinya lebih tahu dari saya, bhw anggota Parlemen tidak bisa netral dan menjadi representasi kepentingan rakyat!
Jadi kalau pimpinan Komisi III aja sudah secara terbuka membodohi publik, ya sudah jelas bhw kongkalikong kolutif itu ada. Jangan harap DPR dan Komisi III akan membela KPK selama pihak ini mau memberantas korupsi dikalangan DPR! KPK jelas akan menjadi enemy number one anggota DPR korup yg di Komisi III maupu di komisi lain! |
JIKA PRESIDEN ENGGAN MEMUTUSKAN CEPAT, SEBAIKNYA 'REFERENDUM SUARA RAKYAT' Jumat, 20 November 2009, 16:31:46 WIB Komentator: sugianto | JIKA PRESIDEN ENGGAN MEMUTUSKAN CEPAT, SEBAIKNYA 'REFERENDUM SUARA RAKYAT' UNTUK KASUS BUAYA VS CICAK, BANK CENTURY, REKAMAN, BLBI.
JIKA PRESIDEN ENGGAN MEMUTUSKAN CEPAT, SEBAIKNYA 'REFERENDUM SUARA RAKYAT' UNTUK KASUS BUAYA VS CICAK, BANK CENTURY, REKAMAN, BLBI.
JIKA PRESIDEN ENGGAN MEMUTUSKAN CEPAT, SEBAIKNYA 'REFERENDUM SUARA RAKYAT' UNTUK KASUS BUAYA VS CICAK, BANK CENTURY, REKAMAN, BLBI.
JIKA PRESIDEN ENGGAN MEMUTUSKAN CEPAT, SEBAIKNYA 'REFERENDUM SUARA RAKYAT' UNTUK KASUS BUAYA VS CICAK, BANK CENTURY, REKAMAN, BLBI.
JIKA PRESIDEN ENGGAN MEMUTUSKAN CEPAT, SEBAIKNYA 'REFERENDUM SUARA RAKYAT' UNTUK KASUS BUAYA VS CICAK, BANK CENTURY, REKAMAN, BLBI.
REFERENDUM SUARA RAKYAT PALING TEPAT DAN JIKA KAMPANYE REFERENDUM INI ADA YANG BERI 'BANTUAN LANGSUNG TUNAI LAGI, YANG PENTING RAKYAT DAPAT UANG LAGI...HAA.HAA...TAPI MASALAH MUTER LAGI SEPERTI LINGKARAN
SETAN.
REFERENDU M SUARA RAKYAT, PALING TEPAT. |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|