HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Pertemuan Empat Tokoh, SBY Setuju Dibentuk TPF Kasus Chandra dan Bibit
Senin, 02 November 2009, 00:48:44 WIB

Laporan: M Hendry Ginting

Jakarta, RMOL. Derasnya perlawanan berbagai lapisan masyarakat terhadap penahanan pimpinan KPK non aktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh pihak kepolisian membuat Presiden SBY gerah.

Dia mengundang sejumlah tokoh masyarakat ke Wisma Negara, Minggu malam (1/11) untuk membicarakan kasus pimpinan KPK tersebut yang merupakan buntut dari perseteruan dengan Polri.

Adapun keempat tokoh tersebut adalah Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, dan Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia Teten Masduki. Pertemuan berlangsung secara tertutup.

Usai pertemuan hasil pembicaraan mulai terkuat. Dalam pertemuan itu keempat tokoh masyarakat mengusulkan agar SBY membentuk Tim Pencari Faktra (TPF). Seperti yang dikatakan Hikmahanto Juwana, SBY menyambut baik usulan dari masyarakat untuk membentuk tim independen.

“Presiden memang bisa membentuk tim independen yang terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah” katanya.

Tim itu menurut dia, bekerja untuk melihat apakah fakta, bukti dan pasal yang dipakai untuk memenjarakan kedua pimpinan KPK tersebut memadai, tepat atau tidak. Pembentukan tim tersebut ditegaskannya bukan sebagai intervensi SBY terhadap proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian.

Namun yang menjadi tanda tanya siapa saja yang menjadi anggota tim tersebut. Sampai saat ini
bekum bisa dipastikan.

“Kita belum tahu bagaimana struktur dan siapa yang akan dijadikan anggota tim independent,” kata Anis Baswedan.

Dalam pertemuan, keempat tokoh masyarakat itu memberikan masukan kepada SBY sehubungan dengan kasus Chandra dan Bibit. kepada SBY, mereka menyampaikan usulan pembentukan TPF dan gelar perkara seperti yang menjadi aspirasi elemen masyarakat. [dry]



Baca juga:


Ada 6 komentar tentang berita ini :

Cicak..oh..cicak..
Senin, 02 November 2009, 13:18:59 WIB
Komentator: wonglanang
Cicak..cicak..didinding..diam2 merayap..

Datang seekor nyamuk hap..lalu ditangkap..

Cicaknya baru bisa nangkap nyamuk..

Cicak mau tangkap buaya..

makanya butuh dukungan facebooker
makanya butuh tokoh2 buat pasang badan..
makanya butuh 'martir' bibit dan chandra..

wakakakaka...

SBY sebaiknya pecat Kapolri, Kabareskrim dan Kejakgung, sebelum terlambat....
Senin, 02 November 2009, 08:01:41 WIB
Komentator: sugianto
SBY sebaiknya pecat Kapolri, Kabareskrim dan Kejakgung, sebelum terlambat....
Kemarahan Rakyat (ants power) kekuatan semut akan direalisasi hari ini...menggotong Buaya dan Godzilla...

Mulai Tgl 2 Nov 2009 gelombang demo tidak akan bisa terbendung membela KPK dan pimpinan KPK yang ditahan oleh Buaya..karena tidak jelas..

Jangan anggap remeh demo ini akan menjadi 'People Power' membela KPK dan Pimpinan KPK yang ditahan Buaya..

Jangan anggap remeh 'ANTS POWER' ATAU 'KEKUATAN SEMUT'

Buaya Congkak
Senin, 02 November 2009, 06:42:34 WIB
Komentator: antonius
SBY harus segera merespon hasil pertemuan dengan Teten Cs, BERSIHKAN Polri dari bauaya-buaya congkak berseragam itu (BHD, SD Cs)dan buaya bertoga di gedung bundar atau buaya sipit, atau SBY akan jatuh, Insya Allah.

he... he....he.... indon
Senin, 02 November 2009, 06:33:10 WIB
Komentator: wawan
klo ingin netral.... yg buka dukungan 1 juta utk bibit chandra.... buka dukungan juga dong 1 juta utk buaya ... eh polri.....

GERAHnya SBY merupakan sikap-positif untuk aspirasi masyarakat.
Senin, 02 November 2009, 06:23:47 WIB
Komentator: koko
Jika SBY 'gerah' dengan suara-suara dan aspirasi masyarakat atas kasus penahanan Bibit dan Chandra, ini merupakan sikap-positif untuk pemerintahan SBY-Boediono yang dalam pilpres telah dipercaya oleh 61% masyarakat negeri ini.

Dengan memanggil dan mengadakan pertemuan dg para tokoh bangsa yang reputasinya cukup baik dan cukup independen untuk mendapatkan masukan dalam membentuk Tean Indepnden, maka SBY cukup hati-hati dan cermat dalam melakukan tindakan mengambil keputusan yang mungkin saja akan dipakai secara bijak untuk mengganti Kapolri/Kejagung yang akhir-akhir ini - apapun alasan-alasannya - cukup membuat keresahan masyarakat negeri ini.

Dan dengan pertemuan ini, bisa membuat jera para pihak yang ingin 'mencatut' nama presiden SBY dalam setiap kasus pelanggaran pidana dan korupsi oleh para 'penjahat' yang selalu lari dan bersembunyi di Singapore.

Semoga pertemuan dan pembentukan TPF sesuai harapan masyarakat kita dan bukan sesuai harapan para koruptor di negeri ini.-

he... he....he.... indon
Senin, 02 November 2009, 05:16:45 WIB
Komentator: wawan
hrsnya mulainya itu dari awal..... yaitu saat pendftran dan diterima di akpol dan bintara prosesnya semuanya melalui kpk.....

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat