HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 21:55
Gedung Putih: Obama Tunda Datang ke Indonesia!
Jumat, 12/03/10, 20:47
GEGER PAMULANG
Warga Gang Asem Diresahkan Helikopter Polisi
Jumat, 12/03/10, 19:16
JK: Masyarakat Butuh Kearifan SBY
Jumat, 12/03/10, 18:58
Andi Rahmat: Ongkos Politik Menyatakan Pendapat Sangat Mahal
Jumat, 12/03/10, 18:56
JK: Sri Mulyani Harus Tahu Diri, DPR Mesti Pahami Rakyat
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Chairuman Harahap, Merasa Tidak Bersalah, Padahal Lakukan Kesalahan
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Polisi Didesak Tangkap Anggodo Widjojo
Minggu, 01 November 2009, 20:25:02 WIB

Laporan: M Hendry Ginting

Jakarta, RMOL. Dalam transkrip rekaman tentang kriminalisasi KPK ada seseorang yang menyebut nama Presiden SBY.

Tindakan orang tersebut telah merusak nama baik SBY sebagai presiden. Namun sampai saat ini polisi tidak menangkap yang bersangkutan. Orang itu adalah Anggodo Widjojo.

“Justru dia yang harus ditangkap dan diselidiki polisi. Mengapa dia berani mencatut nama presiden,” kata Bambang Sulistomo kepada Rakyat Merdeka Online Minggu (1/11).

Putra pahlawan nasional Bung Tomo menyayangkan mengapa polisi tidak menangkapnya malah menahan wakil Ketua KPK non aktif Chandra dan Bibit Samad Rianto. Bambang meyakini jika polisi menangkap Anggodo maka siapa saja yang bermain dalam kriminalisasi pimpinan KPK itu akan terbongkar.

Anggodo, menurut dia adalah otak dari kekisruhan KPK dengan Polri. Sikap polisi tidak menahan dia kata dia, patut dipertanyakan. Dia itu memperburuk situasi dengan mengadu domba antara KPK dengan Polri, tegas Bambang.

Bambang mengatakan kalau Anggodo ditangkap justru berdampak positif yaitu dapat menepis dugaan masyarakat atas keterlibatan SBY dalam kriminalisasi KPK. Oleh karena itu dia berharap agar polisi segera memeriksa Anggodo. Kalau hal itu tidak dilakukan, maka citra polisi semakin terpuruk apalagi Masyarakat Transparansi Internasional pernah menyebut polisi sebagai lembaga terkorup. [dry]



Baca juga:


Ada 5 komentar tentang berita ini :

Kepana Anggodo dan Anggoro tidak ditahan?
Senin, 02 November 2009, 08:35:07 WIB
Komentator: koko
Billy Sindoro, yang juga salah satu petinggi di Grup Lippo, selama menjelani pemeriksaan oleh KPK di tahanan Polres Jakarta Barat. Adapun Iqbal, ditaruh di sel tahanan Polres Jakarta Pusat.

Karena Anggoro dan Anggodo saat mau ditahan oleh KPK ternyata telah 'dihalangi' secara tidak langsung oleh oknum perwira polisi yang ketemuan di Singapore, sehingga tidak akan bisa 'ditahan' oleh oknum yang seharusnya punya kewajiban tugasnya untuk menangkap dan menahannya.

seandainya pilpres sekarang...
Senin, 02 November 2009, 08:35:06 WIB
Komentator: cahgunung
Seandainya pilpres diadakan sekarang....., kalau Chandra Bibit maju tak contreng pokoke...,

SBY sebaiknya pecat Kapolri, Kabareskrim dan Kejakgung
Minggu, 01 November 2009, 23:41:09 WIB
Komentator: sugianto
SBY sebaiknya pecat Kapolri, Kabareskrim dan Kejakgung, sebelum terlambat....
Kemarahan Rakyat (ants power) kekuatan semut menggotong Buaya dan Godzilla...

Mulai Tgl 2 Nov 2009 gelombang demo tidak akan bisa terbendung membela KPK dan pimpinan KPK yang ditahan oleh Buaya..karena tidak jelas..

Jangan anggap remeh demo ini akan menjadi 'People Power' membela KPK dan Pimpinan KPK yang ditahan Buaya..

Jangan anggap remeh 'ANTS POWER' ATAU 'KEKUATAN SEMUT'

GRANDSKENARIO BERMULA, BERADA
Minggu, 01 November 2009, 22:57:47 WIB
Komentator: wolsusa
Sekitar Klapadua, Ada kumpul2 Besan, Anak & Mantu serta Kepala GANG bermarga Sibuaya, si. Widjojo takbeda seperti si. Salim era Cingato akibat banyak jasa2nya,
Dulu pasti berbeda dengan yang akan datang atau Sekarang, karena sudah miliki GIGI yang agak lengkap, karena Anda tidak mampu mengalahkannya, inikali KPK dibubarkan saja, biar KORUPSI trus2an jadi RAJA Tikus Negara !

he... he....he.... indon
Minggu, 01 November 2009, 21:44:18 WIB
Komentator: wawan
bukan anggodo aja dong.... yg nemuin buron di singapur juga ditangkap semua dong.....

dr kpk udh.. antasari..... yg dr mabes kok belum...... emangnye rakyat bodoh g tahu.....

polisi jangan memaksakan rakyat agar menilai dirinya baik..... rakyat tahu kok u menilai.....

sekarang klo polisi ingin dinilai baik... coba deh... hilangkan istilah dimasyarakat... polisi tidur....

klo rakyat menilai baik... gak bakalan deh rakyat mau memakai istilah ... polisi tidur.....

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Setneg Harus Jadi Contoh Lakukan Reformasi Birokrasi