HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:29
Ade Rahardja: Kalau Dizalimi Harus Memaafkan
Jumat, 30/07/10, 19:26
Edward Bilang Polri Tak Mau Berikan Rekaman Ade Rahardja-Ari Muladi
Jumat, 30/07/10, 19:17
Nudirman Munir: Badan Kehormatan DPR Periode Ini Lebih Aktif dan Solid
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Kontrak Politik SBY Berisi Larangan Membongkar Skandal Century?
Rabu, 28 Oktober 2009, 16:14:05 WIB

Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Anjuran agar partai-partai koalisi SBY-Boediono mengingat kontrak koalisi sebelum mengkritisi skandal Century dianggap mengherankan.

“Masak isi kontrak politik kayak gitu? Tidak boleh membongkar hal-hal yang tidak baik,” kata analis politik Umar S Bakry pada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 28/10).

Menurutnya, apa yang dilakukan beberapa partai koalisi SBY-Boediono dengan menggulirkan wacana kritis terhadap skandal yang melibatkan wapres Boediono dan menteri keuangan Sri Mulyani bukanlah dalam kerangka mengancam kekuasaan SBY.

Usulan hak angket soal skandal Century yang mulai dihembuskan kalangan anggota DPR dinilai anggota Komisi III dari fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul, bernuansa politis. Partai koalisi pemerintah SBY-Boediono pun diingatkan atas kontrak politik yang masih “basah”. Memang beberapa partai koalisi SBY di parlemen mulai bergeliat mewacanakan pansus atau angket penyelamatan Century yang merugikan negara triliunan rupiah itu. Yang paling mencolok adalah Golkar dan PKS. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang