HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Kamis, 11/03/10, 17:26
KOALISI SBY PECAH
Pilih Opsi A, Ketua Umum PPP Ditinggalkan?
Kamis, 11/03/10, 17:26
Menko Kesra Tidak Yakin Ada Boikot Terhadap Sri Mulyani
Kamis, 11/03/10, 17:10
KOALISI SBY PECAH
Menteri Agama Kurusan, Takut Direshuffle?
Kamis, 11/03/10, 17:08
CENTURYGATE
Bantah Hasil DPR, Boni Hargen Samakan SBY dengan Bonek
Kamis, 11/03/10, 17:02
TNI-Polri Gelar Latihan Gabungan, Untuk Obama?
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Syarief Hasan, Jabatan Harus Diprioritaskan Daripada Urusan Politik
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

SKANDAL BANK CENTURY
Usul Hak Angket, Partai Koalisi SBY Diingatkan Kontrak Politik

Rabu, 28 Oktober 2009, 15:47:44 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Usulan hak angket soal skandal Century yang mulai dihembuskan kalangan anggota DPR dinilai bernuansa politik.

Partai koalisi pemerintah SBY-Boediono pun diingatkan atas kontrak politik yang masih basah. Demikian diutarakan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (28/10).

Ruhut menuturkan, sampai saat ini masalah Century masih dikaji oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan belum ada hasil audit akhirnya. Karena itu, Ruhut pun mengingatkan kepada anggota fraksi lainnya, terutama dari partai koalisi, agar tidak sesumbar mengeluarkan pernyataan usulan hak angket.

“Kami dari Komisi III saja belum terima laporan audit BPK. Kami ingatkan Golkar dan PKS bahwa mereka bagian dari koalisi, jangan lupa dengan itu, apalagi ada menteri mereka di kabinet,” pungkas Ruhut yang juga ketua DPP Partai Demokrat ini [wid]



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

USULAN HAK ANGKET, HASIL AHIRNYA
Rabu, 28 Oktober 2009, 18:09:21 WIB
Komentator: wolsusa
Akan SIA2 dan percuma saja, hanya sangat disayangkan saat2 ini, KPK sedang dikebiri atau tidak lagi independen kinerjanya, termasuk juga Lembaga2 Penegak Hukum kian MANDUL dalam Negara ini, tak ada lagi yang diharapkan, pasti kecemasan yang akan diterima dan DERITA Malapetaka yang akan terjadi !

he... he....he.... indon
Rabu, 28 Oktober 2009, 16:17:40 WIB
Komentator: wawan
lho klo rugikan bgs rkyt dan negara knapa tidak...... kontrak politik itu utk hal2 yg baik... jangan yg jelek juga ikut dilindungi.....

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Mabes Polri Belum Sidik Kasus Politisi Misbakhun
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Teroris Sukses Diberantas, Penegakan Hukum Kandas