HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 13/03/10, 00:46
PIALA DUNIA 2010
Albiceleste Ngebet Jinakkan Macan Asia
Sabtu, 13/03/10, 00:18
PIALA DUNIA 2010
Kerlap-kerlip Bintang Di Stadion Soccer City
Sabtu, 13/03/10, 00:02
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Sabtu, 13/03/10, 00:00
Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas
Jumat, 12/03/10, 21:55
Gedung Putih: Obama Tunda Datang ke Indonesia!
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Eva Kusuma Sundari, Kami Sudah Tak Bisa Mempercayainya Lagi
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

SKANDAL CENTURY
PDIP Harus Dorong KPK, Jangan Sampai Diambil Alih Kejagung

Sabtu, 24 Oktober 2009, 12:31:51 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Fraksi politik di DPR didesak untuk mendorong KPK untuk segera menangani skandal Century.

“Kalau memang parpol ingin jadikan ini momentum untuk kritisi pemerintah mereka harus dorong KPK bekerja,” kata Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro saat diwawancara di Warung Daun, Jalan Pakubuwuno, Jakarta Selatan (Sabntu, 24/10) menanggapi adanya wacana hak angket Century dari anggota DPR Fraksi PDIP.

Perangkat politik, menurut Ismed, tidak dapat maksimal dalam investigasi hukum dan tidak dimungkinkan untuk intervensi hukum.

“Yang pasti kejaksaan agung jangan latah untuk ambil alih kasus Bank Century, karena kasus yang masuk kejagung sangat mudah di sp-3 (Surat Perintah Penghentian Perkara),” tutur Ismed.

Pertanyaannya sekarang, tandas Ismed, apakah PDIP konsisten atau tidak mengkritisi skandal itu karena apabila ada negosisasi dikuatirkan bakal melunakkan daya kritik partai. [ald]



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

he... he....he.... indon
Sabtu, 24 Oktober 2009, 23:10:43 WIB
Komentator: wawan
brani g sby pasng jagungnya... teten ... ayo wijay... ato poltak sekalian...

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas