HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

SKANDAL CENTURY
PDIP Harus Dorong KPK, Jangan Sampai Diambil Alih Kejagung

Sabtu, 24 Oktober 2009, 12:31:51 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Fraksi politik di DPR didesak untuk mendorong KPK untuk segera menangani skandal Century.

“Kalau memang parpol ingin jadikan ini momentum untuk kritisi pemerintah mereka harus dorong KPK bekerja,” kata Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro saat diwawancara di Warung Daun, Jalan Pakubuwuno, Jakarta Selatan (Sabntu, 24/10) menanggapi adanya wacana hak angket Century dari anggota DPR Fraksi PDIP.

Perangkat politik, menurut Ismed, tidak dapat maksimal dalam investigasi hukum dan tidak dimungkinkan untuk intervensi hukum.

“Yang pasti kejaksaan agung jangan latah untuk ambil alih kasus Bank Century, karena kasus yang masuk kejagung sangat mudah di sp-3 (Surat Perintah Penghentian Perkara),” tutur Ismed.

Pertanyaannya sekarang, tandas Ismed, apakah PDIP konsisten atau tidak mengkritisi skandal itu karena apabila ada negosisasi dikuatirkan bakal melunakkan daya kritik partai. [ald]



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

he... he....he.... indon
Sabtu, 24 Oktober 2009, 23:10:43 WIB
Komentator: wawan
brani g sby pasng jagungnya... teten ... ayo wijay... ato poltak sekalian...

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat