HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

SKANDAL CENTURY
Fraksi Hanura Belum Bicara Angket Century

Jumat, 23 Oktober 2009, 16:06:22 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Wacana angket Skandal Bank Century mulai bergulir. Fraksi Partai Hanura mengaku telah mempelajari soal skandal uang Rp 6,7 triliun itu.

“Kami punya kajian dan hitungan. Kami mempelajari dan mengerti persoalan Century. Angka 6,7 itu cukup besar. LPS (lembaga penjamin simpanan) itu kan hanya menjamin Rp 2 miliar, tapi mengapa ada yang dijamin sampai Rp 2 triliun,” kata Ketua Fraksi Hanura Ahmad Fauzi saat ditemui Rakyat Merdeka Online di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/10).

Beberapa saat lalu, anggota Fraksi PDIP Effendi Simbolon menyatakan partainya akan menggalang dukungan untuk hak angket. Apakah Fraksi Hanura akan menyikapinya?

“Kalau bicara hak angket kita belum sampai berbicara itu. Kalau fraksi lain punya pikiran untuk lontarkan hak angket itu terserah mereka. Kita kritis tapi bertanggungjawab,” tambahnya. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat